Selasa, 09 Februari 2021

membacalah setiap hari

Membacalah Setiap Hari dan Buktikan Apa yang Terjadi.

Setiap hari saya membaca. Bukan hanya membaca buku saja, tapi membaca apa yang ada di media sosial saya.

Membaca kitab suci itu pasti karena bekal hidup kita di dunia ini. Membaca koran setiap pagi sambil ngopi asyik sekali. Koran yang dulu dibaca dengan lembaran kertas lebar, kini bisa dibaca lewat ponsel setiap hari. Itulah kecanggihan teknologi saat ini.

Manusia cerdas tidak akan lepas dari aktivitas membaca. Kebutuhan akan informasi selalu didapatkannya setiap hari di media sosialnya. Itulah mengapa aktivitas membaca menjadi makanan sehari-harinya.

Bangun tidur saya membaca. Pesan di aplikasi whatsapp ribuan banyaknya. Belum ditambah ratusan pesan email dari peserta lomba blog bulan Februari 2021.

Senang membaca tulisan mereka. Banyak pengetahuan dan informasi baru didapatkan. Tidak semua diberikan komentar. Hanya membaca cepat saja. Namanya Speed reading.

Teknik membaca cepat harus dikuasai untuk mendapatkan informasi. Saya mempelajarinya lewat berbagai website. Salah satunya http://membacacepat.com.

Teknik membaca cepat adalah cara paling efektif untuk memahami bahan bacaan dengan lebih cepat dan mudah. Teknik ini memang harus dipelajari, namun bukanlah suatu teknik membaca yang sulit. Hanya butuh niat dan kemauan yang kuat untuk bisa menguasainya.

Kelihatannya membaca itu kegiatan sepele. Namun diperlukan keterampilan tersendiri untuk bisa membaca dengan efektif dan efisien. Anda perlu mempelajari ilmunya.

Keterampilan membaca cepat harus kita kuasai. Supaya informasi yang didapat segera kita bagikan lagi. Menulis adalah cara saya membagikan informasi.

Tulislah apa yang anda sukai dan kuasai. Lalu bagikan dengan sepenuh hati. Ketika hati penulis bertemu dengan hati pembaca, maka informasi akan dengan mudah diterima.

Orang yang mudah memahami bahan bacaan biasanya karena membaca bacaan yang disukainya. Tapi, bisa juga karena orang itu memang memiliki keterampilan membaca yang efektif dan efisien. 

Teknik membaca cepat adalah solusinya dan anda bisa mempelajarinya secara online. Hanya butuh niat dan kemauan yang kuat untuk bisa menguasainya.  

Ada berbagai trik untuk mengingat dan memahami apa yang sudah dibaca. Anda bisa membuka website membacacepat.com yang dibuat oleh sahabat saya Muhammad Noer.

Membacalah setiap hari dan buktikan apa yang terjadi. Itulah pesan penting yang ingin saya sampaikan dalam tulisan ini. Bila itu anda lakukan setiap hari dengan pemahaman yang tinggi, maka produktivitas anda dalam membaca menjadi sangat berkualitas sekali.

Salam Blogger Persahabatan

Omjay

Guru blogger Indonesia
Blog http://wijayalabs.com

Jumat, 08 Januari 2021

oleh-oleh bekasi

sabtu 9 januari 2021 saya berkunjung ke kedai kreatif di jl kartini g1 kota Bekasi. Saya bertemu dengan pak tatan dan bu betti. Mereka adalah pemilik kedai kreatif. 
Sekarang ini kedainya semakin ramai dan bisa disewakan untuk ruang meeting dan acara. Saya juga mendapatkan banyak makanan dan miniman yang siap dijadikan oleh oleh dari kota bekasi. 
di depan kedai ada karangan bunga ucapan selamat dari ketua dprd kota bekasi 
Oleh oleh Bekasi dapat anda pesan di bu betti di wa 081511334417
Jl Kartini no.  G1 Kompleks Pengairan Bekasi. 
Semoga sukses selalu. Aamiin. 

jangan marah

Jangan Marah

Saya tersindir dengan nasehat Ustadz Danu di youtube channel beliau.

Katanya jangan marah bila ingin sembuh dari virus corona. 

Memang harus saya akui. Saya sempat marah kepada anak anak ketika mereka pergi rekreasi ke Bali. 

Saya marah karena mereka pergi di saat saya berulang tahun. 

Begitu juga dengan istri.  

Saya sempat marah ketika istri malah ikutan pergi ke rumah saudaranya yang dekat dengan Bandara Sukarno Hatta Jakarta . 

Saya pulang sendiri ke rumah dan semakin sedih melihat anak kucing mati. Banyak semut menyelimutinya. 

Itulah awal saya terkena virus Corona. Besoknya saya sakit. Tak mau makan tak mau minum. Inginnya tiduran saja. 

Ternyata istri juga sakit. Saya merasa sedih karena tak bisa menahan emosi. Saya yang memasak makanan selama istri sakit. 

Kami hanya berdua saja di rumah. Anak anak masih berlibur ke BALI. 

Istri kembali sehat. Saya malah ngedrop. Tak ada satu sendokpun makanan yang bisa mssuk ke mulut ini. 

Saya dipaksa istri untuk makan bubur. Baru 2 sendok sudah terasa tak enak di lidah. Istri akhirnya menyuapi saya bubur. Saya dipaksa menghabiskannya. 

Istriku memang perawat terbaikku. Saya minta maaf karena sempat marah. Walaupun marahnya hanya tersimpan dalam hati. 

Saya hanya minta ampun kepada Allah dan berharap agar disembuhkan dari virus yang mematikan ini. 

Kisah lengkapnya dapat anda baca dalam buku  Awas Virus Corona Mengintai Anda.  

Selama isolasi mandiri di rumah, saya menulis setiap hari di WA dan Facebook. Lalu kemudian saya copas tulisannya di berbagai blog. 

Seorang sahabat baik di Lamongan membantu saya menerbitkan buku ini dan menjadi editornya. Beliau juga membantu membuatkan covernya menjadi menarik. 

Terima kasih bapak Haji Mukminin yang telah membuat buku ini semakin renyah dan enak dibaca. Semoga Allah membalasnya dengan pahala yang melimpah. 

Pesan omjay jangan marah kalau tak ingin terpapar corona. Orang yang kuat adalah orang yang mampu menahan amarahnya. 

Salam Blogger persahabatan 
Omjay
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

Jumat, 13 November 2020

dua ustadz

DUA USTAD 

Dua ustad meninggal di kampung kami secara bersamaan. Meninggal pada hari yang sama, hanya berbeda dalam hitungan menit saja. 

Kedua ustad  tinggal di kampung yang sama, yakni sama-sama tinggal di kampung kami. Bedanya Ustad Joni tinggal di rumah kampung beratap seng berlantai semen, sedang ustad Amien tinggal di komplek perumahan beratap genteng berlantai marmer. Peristiwa meninggalnya dua ustad itu seperti dalam cerita saja.

Setiap hari Ustad Joni mengajar ngaji dan ceramah kepada umat sederhana dari kampung ke kampung tanpa lelah, tak peduli siang maupun malam. Bayarannya seadanya, kadang cukup ucapan terima kasih. 

Ustad Amien berceramah dari satu televisi ke televisi lain, tak peduli siang maupun malam dengan bayaran mahal tentunya.  Boleh dikata Joni ustad biasa yang sederhana, Amien ustad selebriti yang kaya raya. 

Hari ini Sang Khalik memanggil mereka berdua hampir bersamaan. Tak pelak, penduduk kampung dan penduduk komplek pun seolah-olah terbelah; mendahulukan melayat ustad Joni yang sederhana atau melayat ustad Amien yang kaya raya.

“Baiknya kita melayat yang mana dulu?” tanya seorang tetangga.
“Turuti saja kata hatimu,” kataku sekenanya.
“Melayat ustad Joni kau takkan bisa masuk televisi, melayat ustad Amien besar kemungkinan kau bisa masuk televisi. Sudah banyak wartawan televisi yang hadir!”
“Benar, melayat ustad Joni kau tak bisa bertemu menteri, melayat ustad Amien kau bisa bersalaman sama menteri.”
“Turuti saja kata hatimu,” kataku lagi.

Kami memang menuruti kata hati. Tanpa ada yang mengomando, kami orang-orang kampung berduyun-duyun menuju rumah ustad Joni yang sederhana. Ternyata rumah petak berukuran 4×6 itu sudah disesaki para murid-muridnya dari seisi kampung, bahkan dari kampung tetangga. Istri dan dua anaknya ikhlas melepas kepergiannya, tidak ada tangis berlebihan, apalagi sampai meraung-raung.

Akan tetapi yang menjadi isak tangis murid-murid dan para tetangganya adalah saat jenazah ustad Joni dimandikan. Hampir seluruh tubuhnya yang selama ini terbungkus jubah putih penuh dengan tatto bergambar koboy remaja tahun 70-an. Tato permanen yang sulit dihapuskan. 

Ya, ustad bertatto telah berpulang. Sama sekali tidak menunjukkan kegarangan saat ia berkhotbah, tidak pernah ia mengajak pertumpahan darah terhadap orang-orang yang tidak seiman meski bisa saja ia menyampaikan ayatnya. Tak pernah ia menghalalkan darah orang lain yang tak seiman. Isi ceramahnya terpilih dan biasa dipilih, disesuaikan dengan khalayaknya.

“Ya Allah, demikian salehnya ustad Joni, ustad yang berakhlak mulia… Ia benar-benar husnul khotimah, berakhir dengan baik,” orang-orang meratapi ustad yang selalu mewartakan kebaikan, berbicara pelan, dan tanpa pamrih dalam berdakwah ini.

Seorang pria setengah baya maju ke depan, berdoa sejenak dan meminta turut memandikan jenazah ustad Joni. Orang-orang mengenalnya sebagai Raja Tega, mantan narapidana yang mengaku berteman akrab dengan ustad Joni. 

“Dulu kami sama-sama langganan penjara, kami sama-sama ditakuti lawan maupun aparat,” ungkapnya, menyeringai menunjukkan geligi emasnya yang sudah tidak cemerlang lagi.

Semakin siang-semakin banyak orang yang melayat sehingga kampung dimana ustad Joni disemayamkan penuh sesak. Saat dibawa ke pemakaman, tidak ada kendaraan yang mampu mengantarkannya karena sukar bergerak di tengah lautan manusia. 

Jenazah ustad Joni ditandu saja sepanjang jalan yang terlewati menuju peristirahatan terakhirnya, diiringi ratap dan isak-tangis orang-orang. Mereka tidak menyangka, ustad Joni punya masa lalu yang kelam, tetapi berubah seratus delapan puluh derajat menjadi ustad yang soleh dan sederhana. 

Konon, dunia kriminal ditinggalkannya tidak lama seusai dia membunuh tanpa ampun seorang pengusaha Tionghoa karena disuruh oleh pengusaha saingan lainnya. Joni semasa mudanya dikenal sebagai pembunuh bayaran yang kejam. Kalau menghabisi targetnya, dia tidak mau menghambur-hamburkan peluru di pistolnya, tetapi cukup menggorok leher saja dengan pisau cukurnya. 

Saat ia melancarkan aksinya dengan mendatangi target di kediamannya pada suatu petang, tak disangka-sangka muncullah istri si penguasaha Tionghoa, berteriak histeris sambil menggendong anaknya yang masih berusia dua tahun. 

Joni tergetar seketika. Pisau cukurnya yang berlumuran darah jatuh tatkala melihat istri si pengusaha itu juga sedang hamil tua. Ibu-anak ini meraung-raung memeluk jenazah orang terkasihnya yang lehernya menganga tersayat pisau cukur. 

Joni menyelinap ke luar. Berlari mendatangi orang yang membayarnya untuk membunuh. Bukan untuk melaporkan pekerjaan yang telah tuntas dan menagih bayaran atas pekerjaannya itu. Joni datang dengan pistol berperedam suara. 

Tanpa ba-bi-bu, ia menarik pelatuk pistol yang ujungnya mengarah ke kening si pengusaha yang menyuruhnya membunuh pesaingnya. Lima butir peluru yang menembus kepala menghabisi riwayat hidup si pengusaha seketika. 

Setelah peristiwa itu Joni menghilang bagai ditelan bumi, polisi tak berhasil melecak keberadaannya.....

Pada saat yang bersamaan di kompleks dimana jasad ustad Amien terbujur di perumahan mewahnya, terjadi pertikaian sengit antara empat istri dan lima perempuan yang mengaku-ngaku sebagai istri sahnya mengenai di mana seharusnya ustad itu dimakamkan. 

Alih-meliput kematian, wartawan televisi yang semula hendak mengambil gambar rumah duka ustad Amien, malah mendapat suguhan peristiwa yang bisa mereka tawarkan untuk acara gosip dan hiburan.

Semakin siang suasana semakin kacau dan memanas karena anak-anak ustad Amien sudah mulai berebut harta peninggalan belum lagi si mayat dimakamkan. 

Sengitnya pertikaian bisa dilihat dari sudah saling usirnya keluarga besar itu di tengah mayat ayah mereka yang terbujur merana. Beberapa anaknya malah ada yang memamerkan pistol mahal, menggertak saudara-saudaranya bahwa ia bisa melakukan apa saja demi harta benda peninggalan ayahnya. 

Melihat kehebohan ini, sejumlah warga yang semula ingin melayat, memandikan dan mengkafani ustad Amien, satu persatu mundur secara teratur. Rumah besar itu sepi tanpa pelayat, kecuali si mayat.

Sedang aku, kuurungkan niat memasuki rumah ustad Amien untuk melayat. Kubuka ponsel dan kupijit sebuah nomor. 

“Dengan Yayasan Sirnaraga? Mohon segera datang ke Jalan Cempaka 21 secepatnya, ada keluarga kami yang meninggal!”

Aku balik badan untuk segera pergi. 

Masih banyak urusan.

PEPIH NUGRAHA 

***

Disclaimer: cerita rekaan ini telah saya tayangkan di medsos sekitar 5 tahun silam, seseorang menghubungi, meminta saya memberi pelatihan menulis untuk sebuah buku kolaborasi hanya karena teringat cerita "Dua Ustad" yang pernah dibacanya. Sedemikian kuatnya sebuah narasi bahkan ketika saya sudah lupa pernah menuliskannya. Saya cari filenya, ketemu dan saya muat ulang di sini.

Sabtu, 05 September 2020

September Ceria

September Ceria

Senang rasanya melihat kawan kawan guru menulis dapat menerbitkan buku di penerbit andi Yogyakarta. Inilah September ceria bagi saya,  disela sela kesibukan menjemput anak di Bandung. 

Waktu itu Prof Eko Indrajit menelepon saya.  Beliau minta dukungan guru guru di PGRI untuk menulis buku bersama beliau. Materinya sudah ada di channel youtube ekoji. 

Tentu saja saya sangat gembira, sebab tema yang diusung beliau sangat bagus sekali. Pasti akan banyak pembaca yang membeli bukunya.

Akhirnya kita sepakat untuk memberikan kuliah online lewat wa group guru menulis. Dengan tema menulis buku dalam seminggu, didapatlah guru guru yang tahan banting dan lulus menerima tantangan Prof. Eko Indrajit.

Inilah nama nama guru guru yang telah berhasil menulis bersama Prof. Eko Indrajit. 

1. Belajar Semudah Klik: Membangun Ekosistem Ubiquitouse Learning dalam Konsep Merdeka Belajar (Theresia Sri Rahayu)

2. Design Thinking: Meningkatkan Keterampilan Abad ke-21 dalam Konsep Merdeka Belajar (Jamila Baderan)

3. Konsep dan Model Bimibingan Online dalam Konteks Perspektif Komunikasi Personal, Interpersonal, dan Impersonal (Mudafiatun Isriyah)

4. Serba Serbi Digital Mindset: Siap Menghadapi Era Disrupsi Teknologi (Noralia Purwa Yunita)

5. Digital Transformation: Berubah untuk Menguasai Dunia (Yulius Roma)

6. Kelas Maya: Membangun Ekosistem E-Learning di Rumab Belajar (Eva Hariyati Israel)

7. Digital Mindset dan Penerapannya salam Bidang Pendidikan (Mohamad Soni)

8. Menyongsong Era Baru Pendidikan: Saatnya Guru Sadar Kompetensi TIK Berdasarkan UNESCO ICT Competency Framework for Teachers (Ditta Widya Utami)

9. Literasi Digital ala Nusantara: Modal Meningkatkan Daya Saing para Generasi Penerus Bangsa (Musiin)

10. Pengantar Konsep Dasar Design Thinking (Agus Yuwono)

Mereka hari Sabtu 5 September 2020 bercerita lewat aplikasi zoom tentang proses pembuatan bukunya. Sungguh September ceria yang sangat berkesan.  

Siaran ulangnya dapat teman teman tonton di youtube https://youtu.be/YspVsvQWTSo

Jumat, 04 September 2020

menengok mak esih di bandung

Menengok Mak Esih di Bandung 

Alhamdulillah sudah berada di kota kembang Bandung.

Begitu sampai perut terasa lapar. Langsung saja pergi ke warung nasi goreng mang Komar. Saya pesan mie tektek yang lezat utk mengobati rasa lapar.

Waktu sudah hampir menunjukkan pukul 19.00 wib kala itu. Kelas menulis online akan segera dimulai. 

Untung bu Aam siap jadi moderatornya. Jadi omjay bisa santai melahap mie tektek buatan mang Komar yang lezat rasanya. 

Bu Jamila bagus sekali menuliskan kisahnya jadi penulis. Jadi semakin semangat dalam menulis buku. 

Usai melahap habis mie tektek Bandung saya langsung menemui mak Esih yang sudah ada di rumah kakak ipar saya. 

Alhamdulillah mak Esih sehat dan sudah mau makan. Mohon doanya mak Esih Mertua omjay selalu sehat dan kuat di usia senja. Sekarang usianya sudah mendekati 90 tahun. 

Pagi ini saya masih mengantuk. Saya ikuti dulu anjuran Mbah Surip. Bangun tidur, tidur lagi. 

Sampai nanti ya! 

Salam Blogger persahabatan 

Omjay 
Guru Blogger Indonesia 
Blog http://wijayalabs.com

Senin, 03 Oktober 2011

Dahsyatnya Kekuatan Media Sosial di Dunia Maya

13176896781484803409
Terima kasih Atas Dukungannya


Malam ini saya mendapatkan pesan dari pak Dahli Ahmad (Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Bekasi) melalui facebook. Isinya menginformasikan kepada saya bahwa sudah banyak blogger yang menominasikan blog pribadi saya http://wijayalabs.com sebagai blog guru terbaik dalam ajang guraru blog award 2011. Sudah lebih dari 200 orang blogger mendukung, dan menominasikan blog saya itu untuk menjadi salah satu pemenangnya.

Bagi saya yang berprofesi sebagai seorang guru, ini merupakan sebuah keajaiban luar biasa. Betapa tidak, saya tak kenal secara dekat satu persatu mereka, tetapi mereka begitu percaya dengan saya sehingga merekomendasikan blog saya untuk terpilih menjadi salah satu blog guru terbaik di ajang kegiatan guraru blog award 2011.

Modalnya hanya sebuah kepercayaan atau "trust" yang membuat kita serasa dekat di hati. Bahkan saya mendapatkan message dari seorang kompasianer yang turut mendukung dan menominasikan blog saya dihttp://wijayalabs.com bersama keluarganya. Satu keluarga itu mendukung saya sebagai blog guru terbaik dalam lomba yang diselenggarakan Acer ini. Wow! Luar biasa!

Sebenarnya untuk ikutan ajang guraru award 2011, saya kurang begitu pede alis percaya diri. Sebab tahun lalu juga saya ikut mendaftarkan diri, tetapi tak masuk nominasi. Berkat SMS mas Syaifudin Sayuti, salah seorang kompasianer yang telah lebih dulu menominasikan blog saya, barulah saya percaya diri untuk meminta dukungan dari jejaring sosial yang saya miliki.

Pertama kali tentu saja blog keroyokan kompasiana. Saya mulai menuliskan permohonan dukungan untuk temen-teman kompasianer. Tak lama berselang, mas johan wahyudi sahabat saya dari sragen sudah membuat postinganmari kita membantu kompasianer ini. Lewat postingan mas Johan Wahyudi, banyak kompasianer yang langsung ke link registrasi guraru, dan merekapun dengan senang hati menominasikan blog pribadi saya di internet agar terpilih menjadi blog guru terbaik dalam guraru blog award 2011.



13176898481321814342
Terima kasih Atas Dukungannya


Dukungan pun terus berlanjut, dari teman-teman komunitas blogger bekasi, dan pemerintah kota bekasi. Mas amril yang merupakan salah seorang penasehat komunitas blogger bekasi (beblog) langsung memberikan dukungan. Melalui facebook dan twitternya, dukungan kepada saya pun terus mengalir. Tak terkecuali dari teman-teman Ikatan Guru Indonesia IGI) bekasi yang dipimpin oleh pak Dahli Ahmad terus berkicau di twitter dan mempublikasikan blog saya di berbagai media sosial lainnya. Salah seorang staf bagian telematika pemerintah kota Bekasi pun menelepon saya, dan langsung memposting tulisan untuk turut mendukung blog saya sebagai blog terbaik di http://bekasikota.go.id/read/5836/ketika-ide-bertemu-kesempatan.

Ditambah lagi, aktifnya saya dalam berbagai milis, membuat saya banyak mendapatkan dukungan dari para pembaca grup milis, dan satu demi satu blogger muncul memberikan dukungannya. Tak lupa peserta didik saya pun turut membantu memberikan dukungan agar gurunya menang dalam lomba guraru award 2011 tahun ini.

Terus terang saya terharu sekali ketika melihat, membaca, dan menyaksikan begitu banyak blogger yang berderet rapi menominasikan blog pribadi saya sebagai blog guru terbaik. Dukungan datang seperti air bah yang mengalir deras dari hulu hingga ke hilir. Saya hitung sudah lebih dari 200 orang blogger memberikan dukungannya, dan akan terus bertambah seiring dengan berjalannya waktu. Saya yakin, akan ada lebih dai 500 orang blogger memberikan dukungan, karena saya terus mempublikasikannya dalam media sosial di ranah maya.

Dahsyatnya kekuatan media sosial di dunia maya memang luar biasa. Para netter bisa saling mendukung atau saling memberikan informasi dalam dunia maya yang tak pernah tidur. Jejaring sosial seperti facebook, twitter, google plus, dan blog menjadi trend tersendiri dalam pemanfaatannya. Masing-masing memiliki kekuatan tersendiri yang bila digabungkan menjadi kekuatan maha dahsyat yang luar biasa. Siapapun tak akan mengira kalau itu adalah hasil dari kolaborasi antar para pengguna internet yang merasa sehati dalam memberikan dukungan. Temasuk teman-teman dari komunitas blogger bekasi yang terus mendukung, dan memantau perkembangan yang terjadi dalam ajang guraru atau guru era baru tahun 2011. Kegiatan ini adalah kegiatan yang untuk kedua kalinya diselenggarakan oleh Acer.



http://guraru.onoffid.org/wp-content/uploads/2011/09/Guraru-Web-Poster-B-1024x767.jpg
http://guraru.onoffid.org/wp-content/uploads/2011/09/Guraru-Web-Poster-B-1024x767.jpg


Akhirnya, saya harus mengucapkan terima kasih kepada teman-teman blogger semua yang telah mendukung saya dalam ajang guraru award tahun ni. Semoga terpilih menjadi salah satu pemenangnya, dan menjadi duta acer untuk melakukan gerakan melek internet kepada teman-teman guru dari seluruh Indonesia. Dahsyatnya kekuatan media sosial di dunia maya membuat saya termenung sesaat. "Siapa saja orang yang ikhlas dalam berbagi, maka ketika dia membutuhkan dukungan akan banyak orang yang dengan sukarela memberikan dukungannya. Mereka akan dengan senang hati mengajukan diri agar sang idola menjadi the best of the best blogger".



Salam blogger persahabatan

Omjay

http://wijayalabs.com

Apakah anda sudah Mengajar dengan Hati?

Mengajar Dengan Hati Nurani

Selamat datang di blog Guru yang Mengajar dengan Hatinya. Saran dan komentar sangat kami harapkan demi perbaikan blog ini menjadi lebih baik lagi