Selasa, 16 Desember 2008

*10 Virus tersadis sepanjang masa*


Dah bosen komputer g kena virus, mau pake anti virus apa juga, kalo mau
kena mah kena aja. Takdir . Kalo dah kena virus bikin puyeng, mending
kalo udah backup data, lah kalo belom, bisa ga tidur seminggu. Apalgi
jumlah virus tambah banyak di dunia, cuma gara2 orang iseng doank.
Vendor anti-virus juag dibuat kelimpungan. Nih, g dapet 10 virus
terhebat di dunia.

10. "Melissa": dibikin taon 1999 sama David L Smith, basicnya Microsoft
Word macro. Menyebar via email dengan dokumen "Here is that document you
asked for, don't show it to anybodey else.". Kalau sampe dibuka, virus
akan replikasi dan otomatis ngirim ke top 50 di address book email.
Smith dipenjara 20 bulan ama denda $5000 dan melarang akses komputer
tanpa pengawasan.

9. "ILOVEYOU": abis "Melissa", muncul dia dari Filipina, bentuk nya
worm, program standalone dapat me-replikasi sendiri. Menyebar via email,
judulnya"surat cinta" dari pengagum rahasia . Original file nya
LOVE-LETTER- FOR-YOU.TXT. vbs. VBS singkatan Visual Basic Scripting.
Penciptanya adalah Onel de Guzman dari Filipina.

8. "The Klez": Nongol taon 2001, menyebar via email, replikasi trus
kirim ke orang2 di address book. Bikin komputer ga bisa beroperasi, bisa
berhentiin program antivirus.

7. "Code Red & Code Red II": muncul musim panas 2001, nyerang OS Windows
2000 & NT. Virusnya bakal bikin buffer penuh jadi ngabisin memori.
Paling seru waktu berhubungan ama White House, semua komputer yang kena
virus ini bakalan otomatis akses ke web server di White House barengan,
jadi bikin overload, alias serangan DDoS. Akhirnya Microsoft rilis patch
nya saat itu.

6. "Nimda": ini juga tahun 2001, kebalikan dari kata "admiN".
Penyebarannya sangat cepat, menurut TruSecure CTO Peter Tippet, Nimda
hanya butuh 22 menit buat menjadi Top Ten saat itu. Target nya server2
Internet, menyebar lewat Internet. Nimda akan ngebuat backdoor ke OS.
jadi penyerang bisa akses ke server dan berbuat apa saja Nimda juga
menjadi DDoS.

5. "SQL Slammer/Saphire" : Mundul Januari 2003, nyebar cepet lewat
internet. Waktu itu bikin layanan ATM Bank Amerika crash, ancurnya
layanan 911 Seattle, dan Continental Airlines membatalkan beberapap
penerbangan karena eror check in ama tiketing. Bikin rugi lebih dari $1
milliar sebelum dipacthed.

4. "MyDome (Novarg)": mulai nyerang tanggal 1 Februari 2004, virus ini
buat backdoor di OS. Pertama kali tanggal 1 itu mulai DDoS. Kedua,
tanggal 12 Feb, virus ini berhenti menyebar dan mulai buat backdoors.
MyDoom menyebar via email, selain itu selalu search di search engines,
seperti Google mulai menerima jutaan permintaan pencarian dan bikin
lambat sampai akhirnya crash. Gara2 MyDoom, Senator US Chuck Schumer
mengajukan pembuatan National Virus Response Center.

3. "Sasser and Netsky": Penciptanya anak Jerman umur 17 tahun, Sven
Jaschan. Sasser nyerang Microsoft Windows. Sasser ini ga nyebar via
email. Tapi jika satu komputer koneksi ke komputer yang kena virus ini.
Virus ini bikin komputer tidak bisa di-shutdown tanpa cabut power.
Netsky nyebar melalui email dengan 22 Kb attachment file dan jaringan
WIndows. Bisa bikin serangan DoS. Sven Jaschan tidak dipenjara hanya
diberi masa percobaan 1 taon 9 bulan, karena umurnya masih di bawah 18
taon.

2. "Leap-A/Oompa- A": Mac yang punya konsep security through obscurity
yakin tidak akan terserang virus karena OS nya sistem tertutup. Tapi
tahun 2006, virus Leap-A atau biasa disebut Oompa-A muncul. Nyebar lewat
iChat pada Mac. Setelah Mac terserang, virus itu akan mencari kontak
melalui iChat dan kirim pesan ke tiap kontak itu. Pesannya itu berisi
file corrupt yang berbentuk JPEG. Memang tidak berbahaya, namun hal ini
menyatakan bahwa masih mungkin akan ada virus berbahaya yang menyerang
MAC.

1. "Storm Worm": Muncul taon 2006, disebut "Storm Worm" karena nyebar
via email dengan judul "230 dead as storm batters Europe". Storm worm
adalah program Trojan house. beberapa versinya bisa buat komputer
menjadi bots. Atau biasa digunakan hacker untuk spam mail melalui
internet.

Soekarno Hatta.

Dears IPTPI members. Mau tahu a glimps of Soekarno Hatta.

Hatta Kecipratan (maaf) Kencing Soekarno
Iwan Kamah - Jakarta

Kalau menyebut Soekarno, pasti mutlak akan menambahkan dengan kata Hatta dibelakangnya. Sebaliknya pun begitu. Keduanya seperti senyawa. “Soul mate”, kata orang menjuluki. Soekarno tanpa Hatta, seperti ban tanpa mobil. Mobil tanpa ban, ya ‘gak ada gunanya juga. Seperti Hatta tanpa Soekarno. Begitu senyawanya hubungan kedua orang itu, hingga menjadi satu individu: SOEKARNO HATTA.
‘Dikenali’
Tak banyak diantara kita yang ingin tahu, kapan sebenarnya Mohammad Hatta bertemu Soekarno pertama kali. Mereka diperkenalkan bukan dalam sebuah sekolah/institusi atau ketemu di jalan. Atau pun ngobrol kebetulan lagi antri, sambil tukar kartu nama atau pun saling barter nomor telepon. Mereka bertemu secara maya melalui argumentasi perang kata dalam berbagai tulisan. Meski beda watak dan pembawaan, ekspresi mereka sama: anti penindasan. Bukan kemerdekaan! Lho koq? Soal ini mereka beda mata angin.
“Pendidikan rakyat dulu, baru merdeka”, pendapat Hatta. “Oh tidak! Merdeka dulu baru pendidikan”, Soekarno ngotot. “Jalan Bung (Hatta) akan tercapai kalau hari kiamat”, tegas Soekarno memberi alasan. Analoginya, kabur dulu dari penjara. Masalah pakai baju atau tidak, mau lari kemana, setelah itu makan apa, itu urusan no. 17. Yang penting, kabur dulu! Merdeka. Keduanya sama-sama benar. Yang salah siapa? Ya kita sekarang! Kenapa nggak mau pinter-pinter meski sudah merdeka dibebaskan Soekarno Hatta sebagai bangsa,
Hatta bertemu pertama kalinya dengan manusia yang bernama Soekarno di Bandung. Dia diantar oleh seorang nasionalis yang juga kawan Soekarno pada tahun 1933. Masa itu mereka lagi getol-getolnya melawan penindasan dengan ketajaman berpikir. Pertemuan itu membuat mereka berada dalam satu perahu, tapi lain pemandangan. Hatta memandang ke kanan, Soekarno ke kiri, tapi perahu tetap ke depan. Ke arah kebebasan bangsa.
Soekarno sangat memerlukan Hatta dan begitu sebaliknya. Waktu pulang dari pembuangan di Bengkulu tahun 1942 (sebelumnya di Flores), tak ada yang menjemput Soekarno di Pasar Ikan, sebuah pelabuhan kapal kayu di Jakarta. Dengan pertolongan seorang nelayan, Soekarno minta dipanggilkan Anwar Tjokroaminoto, yang memang bekas iparnya. Anwar itu saudara kandung Utari, istri pertama Soekarno, yang juga putri dari pejuang Haji Oemar Said Tjokroamninoto (Maia Ahmad Dhani juga cicitnya Oemar Tjokroaminoto, tapi saya ‘gak tahu dari anak Pak Tjokro yang mana). Lalu Soekarno juga minta dipanggilkan Mr. Sartono, pengacara yang pernah membelanya melawan penguasa kolonial di pengadilan yang tak adil di Bandung beberapa tahun lalu. Tapi ada satu orang lagi yang dimohon Soekarno untuk datang menjemput, ya Hatta.
Bahkan ketika Jumat pagi hari tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno yang sedang demam meriang sambil tidur-tiduran di kamarnya, hanya menunggu Hatta untuk membacakan naskah proklamasi. Untungnya Hatta orang yang super super super disiplin, jadi dia datang tepat waktu. ‘Gak kebayang kalau Hatta molor dan baru datang pukul 1 siang. Alasan ngantuk atau ketiduran misalnya (saat itu bulan puasa dan Hatta pulang pagi abis begadang menyusun naskah proklamasi). Kalo Hatta telat datang, detik-detik bersejarah proklamasi kita mungkin bukan pukul 10, tapi pukul 1 siang, sesuai datangnya Hatta. Begitu pentingnya Hatta bagi Soekarno.
‘Dikencingi’
Hari Rabu, 8 Agustus 1945, dr. Soeharto, dokter kesayangan Soekarno, mendapat perintah dari majikannya. “To, besok kita pergi ke luar negeri. Sama Bung Hatta!”, ajak Soekarno. Sang dokter panik dan ketakutan. Hari gini ke luar negeri? Pikir dr. Soeharto yang gundah dengan ajakan yang penuh bahaya, di saat Indonesia masih menjadi teater perang antara Jepang dan Sekutu.
Kemana”, tanya dokter penasaran.
“Rahasia. Pokoknya ke luar negeri”, jawab Soekarno singkat.
Esoknya, Soekarno, bersama Hatta dan KRT Radjiman Wediodiningrat (saat itu tokoh senior dalam gerakan kemerdekaan) , juga dr. Soeharto pergi menemui Marsekal Hisaichi Terauchi, panglima tentara Jepang yang menguasai Asia Tenggara. Mereka berempat ke Dalat, markas Terauchi, di pinggiran kota Saigon (sekarang Ho Chi Minh City), Vietnam, dalam rangka pembentukan sebuah badan yang mempersiapan kemerdekaan.
Tanggal 13 Agustus 1945, mereka kembali ke Jakarta dengan mampir ke Singapura terdahulu, menggunakan sebuah pesawat pembom bermesin ganda. Tanpa kursi. Tanpa toilet. Yang ada cuma kursi untuk tiga orang di belakang pilot. Dinding pesawat pun bolong-bolong bekas terkena peluru tentara Sekutu, sehingga bisa membekukan orang bila sedang di udara.
Nah, dalam perjalanan ke Singapura itu, Soekarno kebelet mau pipis. Wah, gawat! Gak ada toilet atau apa saja dech yang bisa dijadikan “toilet darurat”. Terpaksa, Soekarno melepas hajat kecilnya yang gak bisa ditahan lagi, dekat lubang yang bolong di bagian belakang pesawat. Angin pun sedang bertiup kencang di atas ketinggian udara. Byuuuur… air seni Soekarno nyiprat kemana-mana, dan butir-butiran halus air seni itu tampias terkena tiupan angin kencang yang mengenai Hatta dan penumpang lain.
‘Dinikahkan’
Kalau saja Hatta itu perempuan atau sebaliknya Soekarno seorang perempuan, mungkin mereka berpacaran dan menikah. Sebuah perumpamaan untuk melukiskan hubungan yang mesra seirama tapi tetap berbeda. Ya beda, dua orang yang berasal dari kultur sosial jauh saling berseberangan. Soekarno luwes (kalo mau ‘gak dibilang genit) sama wanita. Hatta sebaliknya, kaku dan bisa merah mukanya bila berhadapan dengan wanita, apalagi yang manis sebaya.
Saking kakunya dengan lawan jenis, Hatta yang tersita pikiran cemerlangnya untuk kebebasan Indonesia, lupa dengan perempuan. Mikirin pacaran intens saja tidak, apalagi berumah tangga. “Nanti saja dech kalau Indonesia sudah merdeka”, kata Hatta kalau ditanya kapan menikah.
Akhirnya Indonesia merdeka juga. Tanda-tanda Hatta mau melirik perempuan belum nampak. Sekitar sebulan setelah dia dan Soekarno memerdekakan Indonesia, Soekarno kepikiran juga dengan partnernya, yang akhirnya bersedia menepati janji kawinnya. Hatta sudah punya incaran gadis, tapi kurang berani untuk melamar.
Pada menjelang tengah malam di kota Bandung yang diselimuti udara dingin, Soekarno kebetulan sedang di kota itu. Jarum jam menunjuk angka 11. Artinya sudah larut untuk ukuran Bandung kala itu. Orang pun sudah siap bermimpi pulas di tempat tidur. Tiba-tiba saja, Soekarno mengajak sahabat karibnya dr. Suharto, untuk pergi ke rumah keluarga Abdul Rahim. Rumahnya kalo sekarang di Jalan Pajajaran no 11.
Malam begini bertamu?”, tanya sang dokter keheranan.
“’Gak apa-apa. Mereka kenalan lama saya sejak dulu”, jawab Soekarno enteng. Dokter Suharto masih penasaran diajak bertamu larut malam. Pasti ganggu tuan rumah, pikirnya Apalagi saat itu tentara Jepang masih berkeliaran yang mencekam warga. Sepertinya ada yang kepepet untuk dibicarakan Soekarno dengan pasutri Abdul Rahim.
“Tentang Bung Hatta”, akhirnya Soekarno menjelaskan alasannya bertamu malam-malam ke rumah orang. Waktu Hatta bersama Soekarno meninjau Instituut Pasteur di Bandung, Hatta kesemsem dengan seorang gadis yang bekerja disitu. Gadis itu setelah diselidiki Soekarno, ternyata anaknya pasutri Abdul Rahim. Namanya Rahmi. “Ya, Hatta memilih anakku sendiri”, ujar Soekarno yang sudah mengental kenal lama orang tua Rahmi.
Begitu Soekarno mengetuk pintu dan berdiri di depan rumah, Ibu Rahim (ibunda Rahmi) segera keluar. Prat! Soekarno didamprat tuan rumah! Iyalah, malam-malam koq ganggu orang mau tidur, apalagi orang Bandung masih ngeri kalo-kalo yang datang itu tentara Jepang. Maklum, Indonesia baru sebulan merdeka. Jadilah Ibu Abdul Rahim, sebagai warga negara Indonesia pertama yang mendamprat Presiden Republik Indonesia! Kebetulan sekali saya sekantor dengan cicitnya yang cantik dari Ibu Rahim, si “wanita pemberani’ itu.
Setelah memeluk Ibu Rahim, Soekarno menjelaskan kedatangannya. “Saya melamar Rahmi untuk Hatta”, katanya. Akhirnya Soekarno dipersilahkan menemui yang bersangkutan di kamarnya. Soekarno berbincang serius secara singkat dengan Rahmi. Namun sebelum Soekarno masuk ke kamar, adik kandung Rahmi, Titi, mencegahnya. “Jangan mau, dia (Hatta) jauh lebih tua dari kamu”. Hatta beda usia 24 tahun dengan Rahmi. Titi kelak jadi istri Soebijakto, KSAL 1974-1978 dan juga ibunda dari koreografer Jay Soebijakto.
Sebelum pamit, Soekarno memeluk hangat Rahmi dan Titi, dua gadis yang sudah seperti anaknya sendiri. Bagai kisah HC Andersen, akhirnya Hatta menikahi Rahmi bulan November 1945 di vila Hatta yang sejuk di Megamendung, Jawa Barat, hanya disaksikan keluarga dekat, dan sahabat sejatinya, Bung Karno dan Fatmawati. Nah, untuk pertama kalinya Presiden RI menjadi mat comblang. “Aku adalah satu-satunya kepala negara yang juga menjadi calo dalam mengatur perkawinan”, kata Soekarno yang juga menjodohkan Ir. Rooseno, teman kuliahnya yang mendapat julukan Bapak Beton Indonesia, serta serentetan daftar orang yang ingin menunggu dijodohkannya.
‘Dijauhi’
Hatta dan Soekarno seperti koin bermuka ganda. Satu tapi beda. Kenyataan ini sudah diketahui publik dan Soekarno sendiri sering menggembar-gemborka n pertentangan antara mereka. Tapi bukan perbedaan sebagai sahabat dan pribadi. “Hatta sering tidak seirama denganku”, kata Soekarno menilai sahabat kentalnya. Perbedaan dalam pandangan politik itu, kian lama menggunung dan mudah dilihat orang. Hasilnya, Hatta tak mau lagi mendampingi Soekarno menjadi nakhoda Indonesia. Hatta mundur sebagai wakil presiden pada akhir tahun 1956. Padahal meski berbeda, Hatta menyukai Soekarno. Buktinya, ketika ibukota Indonesia pindah ke Jogjakarta, Hatta lebih senang ikut Soekarno dan membiarkan PM Sutan Sjahrir sendirian di Jakarta. Padahal Sjahrir dan Hatta banyak se-ide, bahkan se-kampung.
Sejak Hatta mundur, Soekarno berjalan sendirian. Tak ada lagi orang sebagai “second opinion-nya” Soekarno. Dan ini secara perlahan mengantarkan Soekarno ke ujung jalan akhir kekuasaannya. Hatta makin menjauhi Soekarno dan menghiasi keretakan itu dengan tulisan dan opini yang kritis pedas kepada sahabatnya. Kritik santun untuk menuntun sahabatnya agar berjalan sesuai idealisme yang pernah mereka bangun bersama. Pernah sebuah majalah keagamaan dilarang terbit Soekarno, karena memuat tulisan Hatta yang mengkritik Soekarno. Sejak itu dwitunggal menjadi dwitanggal. Berakhirlah Dynamic-Duo yang pernah dimiliki Indonesia. Tapi sekali lagi, mereka tidak berpisah sebagai sahabat. Sebagai pribadi mereka tetap berkawan akrab. Dengan sangat elegan, mereka berdua bisa membedakan wilayah pribadi dan wilayah politik. Beda jauuuuh dengan kita sekarang.
‘Dihormati’
Begitu hormatnya Soekarno dengan Hatta, dia memerintahkan pengawal kepresidenan untuk tetap menjaga keselamatan keluarga Hatta, meski tidak lagi sebagai wakil presiden. “Jaga Bung Hatta baik-baik”, pesan Soekarno kepada kepala pengawalnya, Mangil Martowidjojom setelah Hatta mundur.
Bila Hatta sakit, Soekarno sigap membesuknya dan kadang bercengkrama di rumah Hatta di Jalan Diponegoro, yang cuma 25 meter jaraknya dari rel kereta api. Bahkan sering Soekarno pamit dulu ke Hatta, bila ingin berkunjung ke luar negeri. Saling hormat kedua orang ini, menular sampai ke keluarga. Kedua keluarga mereka sudah seperti sedarah, padahal belum ada perkawinan antara anggota keluarga mereka.
Ketika Soekarno sudah tak berdaya, Hatta-lah yang mewakili keluarga Soekarno untuk urusan keluarga, seperti pernikahan. Hatta juga yang membela mati-matian Soekarno yang sudah tiada, bila ada pemutarbalikan sejarah yang sering dilakukan ‘sejarawan pesanan’, yang mencoba ‘membunuh’ atau menghilangkan peran Soekarno dalam drama sejarah Indonesia. Suatu hari, pernah Hatta menulis kesaksian alibi sejarah di atas kertas bermaterai, untuk membela sahabatnya itu. Hatta sosok tegas yang lembut super sopan. “Bung Hatta orangnya tenang tapi menghanyutkan” , komentar Guntur tentang sahabat ayahnya itu.
Julukan yang mereka dapat pun aneh dan unik: PROKLAMATOR. Tidak pernah akan ada orang Indonesia dapat predikat itu. Pahlawan nasional bisa membludak. Presiden dan wakil presiden akan membengkak jumlahnya. Tapi proklamator, hanya punya SOEKARNO dan HATTA (ada juga sich ‘proklamator lain’ di Indonesia, seperti upaya separatis kemerdekaan di beberapa daerah Indonesia). Lucunya, gelar itu baru diberikan secara resmi oleh pemerintah, 41 tahun setelah Indonesia merdeka. “It’s too late”, kata orang. “Ngapain aja pemerintah semala ini?”, begitu segelintir komentar.
Hatta dan Soekarno ibarat malam dan siang. Beda, Tapi dua-duanya berguna. Kita tak bisa hidup tanpa tidur di malam senyap. Namun tak mungkin pula menjalani seluruh hidup hanya dengan tidur-tiduran di kegelapan hari.
Sebagai sahabat sejati, ada awal bagi Soekarno dan Hatta membangunnya. Tapi persahabatan sejati mereka tidak akan pernah berakhir. Tidak akan pernah! Sampai kapanpun… Mereka SATU.
____________ _________ _________ _________ _________ ________
CATATAN Z : FOTO-FOTO DOK HARIAN KOMPAS DAN GETTYImages
MODERATOR - Penggagas KoKi : ZEVERINA
Pembaca "KOLOM KITA" (KoKi) entah di Bontang, Inggris, Bali, Belanda, New Jersey, Kuwait, Australia, atau di Kediri, silakan berbagi peristiwa seputar kehidupan sehari-hari. Kirimkan artikel dan foto melalui form "Kirim Artikel", jika mengalami kesulitan kirimkan melalui email: zeverina@kompas. co.id ; zeverina.koki@ yahoo.co. id

Minggu, 14 Desember 2008

Hati yang Mencari

Hati Yang Mencari
MARIO TEGUH

Engkau sahabat ku terkasih,

Bayangkanlah ini ...

Sebuah kehadiran berdiri di belakang mu,
yang kau kenali tanpa kau lihat,
yang kau rasa tanpa kau sentuh,
dan yang kau hirup kegagahannya tanpa memeluknya;
dan kemudian kau menghadapnya tanpa berputar.

Dan kau rasakan getaran di dinding dada mu,
pipa nafas mu menyempit karenanya,
yang berirama dengan kedalaman suara damai-nya,
yang berbicara kepada hati mu ...

Wahai Hati Yang Mencari,

ini yang aku undangkan kepada mu, bahwa

Masa yang baru ini harus kau masuki dengan kekuatan yang damai.

Cegahlah semua bibit kelemahan untuk menyertai mu dalam memasuki tahun yang masih bersih, segar, dan indah ini.

Yakinilah,

Bila engkau memulainya dengan kelemahan,
engkau akan mengakhirinya dengan kekecewaan.

Tahun ini sebetulnya sangat berserah kepada mu.

Semangatnya adalah semangat mu,
kekuatannya adalah kekuatan mu,
dan keindahannya mengambil semua bahan pembentuknya dari keindahan hati mu.

Bila hati mu mencari,

Janganlah engkau membatasi
apa yang dapat Tuhan lakukan untuk mu.

Apakah engkau berdoa?
Karena doa mu adalah permintaan mu.

Apakah doa mu?

Bila engkau meyakini bahwa Tuhan kita adalah Yang Maha Mendengar, Yang Maha Kaya, dan Yang Maha Menjawab Permintaan,

Mengapakah engkau meminta yang kecil-kecil?

Sadarkah engkau bahwa dengan menakar permintaan mu, engkau sebenarnya telah bertindak seolah-olah membatasi kewenangan Tuhan?

Sadarkah kau, bahwa engkau seolah melarang Tuhan untuk menyejahterakan dan membahagiakan mu – lebih baik dari yang sedikit engkau takarkan bagimu dalam permintaan kecil mu itu?

Janganlah engkau membatasi apa yang dapat Tuhan lakukan untuk mu.

Tugas mu adalah meminta, maka minta-lah.

Kemudian pantaskanlah diri mu bagi jawaban dari permintaan mu itu.

Ingatlah bahwa

Sebuah kualitas tidak bisa lepas
dari kualitas sebelumnya.

Sebuah tahun yang utuh, seperti apa pun yang utuh – memiliki awal, tengah, dan akhir. Tetapi, yang sering kau lupakan adalah bahwa yang tengah itu adalah sebuah proses yang bergantung kepada kualitas tindakan mu, untuk menjadikan akhir-nya juga berkualitas.

Setiap tahun memiliki awalan, tetapi tidak satu pun dari tahun-tahun itu yang mampu kembali ke awalnya. Tidak juga kau.

Engkau tidak akan bisa mencoba kembali hidup di dalam masa lalu mu, tanpa melukai kualitas kehidupan mu hari ini. Tidak ada yang dapat kau lakukan kepada hal-hal yang telah menjadi ‘tadi’, atau yang ‘kemarin’, apalagi yang ‘dulu’.

Engkau juga tidak akan mampu mencoba hidup di dalam impian masa depan mu – sebagai cara untuk melarikan diri dari masa kini mu, tanpa mengabaikan kualitas kehidupan mu hari ini. Seandainya saja engkau mengetahui, bahwa engkau tidak akan mampu mengabaikan kehidupan, karena kehidupan telah mulai menelantarkan mu pada tanda pertama bahwa engkau tidak menghormati kehidupan.

Sekarang, sadarilah bahwa

Setiap hari adalah awal dari kehidupan baru mu.

Semua yang ada awalnya menuju kepada akhirnya. Maka pastikanlah bahwa akhir yang sedang kau tuju adalah sebuah akhir yang baik - dengan memastikan bahwa engkau memulai tahun yang baru ini, sebagaimana engkau harus memulai apa pun - yaitu dengan awal yang baik.

Wahai Hati Yang Mencari,

Aku mendengar awal dari bisikan-bisikan kesungguhan baru mu;
maka berketetapanlah setelah engkau memutuskan,
karena

Apa pun yang dimulai dengan kebaikan,
akan dimuliakan dengan ujian.

Tetapi engkau sering melihat ujian itu sebagai penyulit bagi perjalanan mu.

Ujian itu adalah pemulia bagi mu - bila engkau tulus menerima hukum bahwa upaya adalah pengubah nasib. Kesulitan adalah pengundang bagi upaya yang lebih berkualitas.

Sehingga sebetulnya, bila dalam upaya mu – engkau menemui kesulitan, itu berarti bahwa engkau berhak bagi hasil yang lebih baik daripada yang tadinya engkau tuju; dan para malaikat menghadiahkan kesulitan agar engkau mengupayakan cara-cara yang lebih baik - untuk mencapai yang lebih baik daripada yang tadinya ingin kau capai.

Dan karena Tuhan tidak akan memberikan kepada mu ujian yang berada di luar kemampuan mu untuk menyelesaikannya, dan bila engkau tulus mempercayai Beliau – engkau akan menghibahkan diri mu dalam pekerjaan-pekerjaan menghamba yang mengubah nasib mu.


Tetapi kemudian dalam desah nafas ragu mu, engkau mengingatkan diri mu bahwa kemampuan mu kecil. Lalu seolah engkau sedang berkhotbah, lancar bicara mu merincikan semua alasan mengapa engkau tidak berhak bagi impian-impian yang lebih besar daripada yang bisa dicapai dengan kemampuan kecil mu.

Dan untuk hati mu yang lemah dan melemahkan itu,
aku katakan ini kepada mu,
bahwa

Tuhan kita – sebagai kekasih mu,
akan mencukupkan sekecil-kecilnya kemampuan mu
untuk menyelesaikan sebesar-besarnya pekerjaan mu.

Bila bukan itu yang Beliau lakukan untuk kekasih-Nya, lalu untuk apakah engkau disebut kekasih Tuhan?

Maka lengkapkanlah upaya mu untuk mengkekasihkan diri mu kepada Tuhan.

Untuk itu,

Apakah yang sudah kau lakukan untuk membahagiakan Tuhan mu?

Apakah selama ini engkau mencari yang membahagiakan mu, dengan cara-cara yang mengabaikan kebahagiaan Tuhan?

Apakah ada kebahagiaan yang tidak datang dari suka cita Tuhan atas sikap, pikiran, dan tindakan mu?

Maka camkanlah ini,

Bila hanya untuk kesenangan – hal-hal yang palsu bisa saja mencukupi; tetapi bila untuk kebahagiaan – engkau tidak bisa menghindari yang benar.

Dalam pengertian baik mu,

Engkau dapat mengubah apa pun yang selama ini kau kerjakan untuk diri mu yang hasilnya subur bagi keluhan itu – menjadi pekerjaan untuk membahagiakan Tuhan, yang hasilnya adalah upah yang memuliakan dari Beliau.

Apakah kau sadari bahwa

Semua upah adalah upah yang berasal dari persetujuan Tuhan.

Apakah kau sadari bahwa tidak ada orang yang bisa membayar mu kurang atau lebih dari yang telah diijinkan Tuhan untuk kau terima?

Bila engkau memperhatikan,

Tuhan Yang Maha Kaya telah menjadikan beberapa orang di antara kita untuk menjadi juru bayar bagi kita.

Maka janganlah engkau marah kepada juru bayar yang membayar mu kurang, karena keputusan mengenai jumlah yang kau terima kurang itu - ada dalam keputusan di langit.

Dan janganlah juga engkau berlebihan dalam pujian dan terima kasih mu kepada juru bayar yang membayar mu lebih, karena keputusan mengenai jumlah yang kau terima lebih itu - juga ada dalam keputusan di langit.

Bila ada di hati mu perasaan seperti engkau sedang diperlakukan tidak adil, berbicaralah dengan Kekasih mu Yang Maha Pengasih itu.

Di hadapan Tuhan,
engkau akan menemukan arti kebebasan yang sebenarnya.


Di hadapan Beliau engkau terbebaskan dari semua batasan dan kungkungan.

Bila kebingungan dan kesedihan mu memantaskan diri mu untuk sebuah tangisan yang rintihannya rendah dan dalam, … maka menangislah dengan jujur di hadapan Tuhan mu.

Bila masih ada kepalsuan di dalam hati mu, engkau akan bertahan dan tidak mengijinkan diri mu menangis. Tetapi, bila di hadapan Tuhan pun engkau masih berpura-pura, kepada siapa kah engkau dapat berlaku jujur?

Dalam kesedihan dan kegembiraan,
ketulusan mu selalu dekat dengan air mata mu.

Walaupun pandangan mu terburamkan oleh air mata, sebetulnya hati mu mengerti bahwa Beliau tersenyum penuh kasih menantikan ketulusan hati mu.

Tidak ada tangisan yang lebih indah daripada tangisan mu yang telah berserah.

Tangisan mu adalah pembuka dari semua kepura-puraan dan kepalsuan mu.

Derai tangis mu adalah tanda bahwa engkau telah lama membawa beban berat yang seharusnya telah lama kau serahkan kepada Tuhan mu.

Serahkanlah semua beban mu. Beliau sangat tersanjung menerima semua beban mu; itu sebabnya Beliau kau sebut sebagai Tuhan mu.

Beliau telah meminta mu untuk menyerahkan beban mu kepada-Nya, bahkan sebelum engkau mengerti permintaan; tetapi entah mengapa engkau berlaku seperti engkau tidak membutuhkan bantuan.

Tuluslah dalam rembukan mu dengan Tuhan.

Engkau tidak dapat keluar dari pertemuan yang tulus dengan Tuhan mu, tanpa menjadi pribadi yang baru, yang lebih baik.

Wahai Hati Yang Mencari,

Berserahlah …

Tugas mu adalah melakukan yang terbaik dari yang bisa kau lakukan.

Apa pun dampak dan hasil dari upaya mu, ada dalam kewenangan Tuhan mu.

Bukan bakat mu, bukan kepandaian mu, dan bukan modal mu yang mengundang Beliau untuk menghadiahi mu dengan kemuliaan dan kelimpahan;

tetapi

kesungguhan mu untuk menatapkan sikap mu ke arah-arah kebaikan,
kesungguhan mu untuk mencemerlangkan pikiran mu untuk menemukan pintu-pintu kebaikan,
dan kesungguhan mu untuk menetapkan tindakan mu di jalan-jalan kebaikan.

Tidakkah engkau memikirkan,
bahwa

Jalan-jalan kebaikan adalah jalan Tuhan.
Dan bila engkau berjalan di jalan kebaikan,
engkau berjalan bersama Tuhan.

Maka, berketetapanlah setelah engkau memutuskan untuk bersikap baik, berpikiran baik, dan untuk bertindak yang baik;
lalu,

Wahai Hati Yang Mencari,

Setia lah kepada yang benar,

karena

Apa pun yang dimulai dengan keburukan,
akan diperbaiki dengan kesulitan.

Tuhan Yang Maha Memelihara tidak akan membiarkan kita berlaku salah tanpa diingatkan bahwa kita perlu memperbaiki diri.

Kesulitan yang dihadiahkan kepada pribadi yang baik – sebagai cara untuk lebih memuliakannya; juga dihadiahkan kepada pribadi yang sedang salah – sebagai cara untuk membuatnya membenci keburukan dan merindukan kedamaian dari berlaku dalam kebaikan.

Lalu, dengan pengertian ini – apakah engkau masih membenci kesulitan?

Apakah engkau masih merasa pantas untuk mengeluh?

Sekarang, tersenyumlah bersama ku,

Bukankah pengertian ini semakin memperdalam cinta kita kepada Tuhan?

Bukankah sekarang – lebih mudah bagi mu untuk bersabar?

Sudah jelaskah bagi mu sekarang, bahwa kesabaran itu bukanlah sifat, tetapi akibat?

Bila engkau mengerti, engkau akan bersabar.

Bila engkau bersabar, engkau akan dikasihi Tuhan;
karena kesabaran mu datang dari pengertian mu,
dan pengertian mu datang dari keberserahan mu kepada Tuhan.

Maka berketetapanlah setelah engkau memutuskan,
karena

Di awal dari masa-masa yang kejelasannya masih terselubung,
tugas mu adalah untuk memulai.

Janganlah engkau tercegah dari memulai sesuatu yang baik, hanya karena belum lengkap pengetahuan mu tentang hal itu.

Lakukanlah, karena di dalam melakukannya itu lah engkau akan dibuat mengetahui.

Dan di dalam melakukannya itu lah, para malaikat akan meletakkan yang kau cari - di hadapan langkah mu, agar engkau menemukannya.

Sehingga sebetulnya,

Wahai Hati Yang Mencari,

Tidak ada kuasa mu untuk menemukan,
kecuali di buat menemukan.

Engkau tidak akan mampu menemukan yang kau cari, tanpa dibuat menemukan yang kau cari.

Maka jadikanlah diri mu pribadi yang diutamakan, agar diutamakan penemuan-penemuan mu.

Yang sekarang harus kau mengerti dengan lebih baik, adalah tujuan dari pengutamaan mu.

Engkau diutamakan agar engkau menjadi Peneladan Kebaikan, Penganjur Kebaikan, dan menjadi Pengharus Kebaikan.

Di dalam pengertian itulah terurutkan tempat-tempat naik mu. Dan engkau tidak akan dinaikkan tanpa pemeliharaan untuk menjadi yang berwenang di tempat-tempat tugas mu.

Maka mulailah di masa yang baru ini, untuk menjadi Peneladan Kebaikan, untuk kemudian naik menjadi Penganjur Kebaikan, dan kemudian untuk menjadi Pengharus kesetiaan kepada Kebaikan.

Kemudian sadarilah,
bahwa dalam tugas mu sebagai Pengharus Kebaikan – engkau tidak terbebaskan dari keharusan untuk tetap menjadi Peneladan Kebaikan,
karena tanpanya – engkau tidak akan bertenaga sebagai Penganjur Kebaikan,
dan kehilangan kepantasan untuk menjadi Pengharus Kebaikan.

Wahai Hati Yang Mencari,

Karena tidak ada kebaikan yang sekecil apa pun yang tidak tercatat bagi pengenalan yang adil, maka Tuhan mu tidak akan menyia-nyiakan upaya mu untuk menjadikan diri mu bernilai.

Bila engkau tulus dalam pencarian mu,
dan tidak menghalangi sinar-sinar yang menerangi pengertian mu,
engkau akan segera menyadari
bahwa sebenarnya engkau sedang dalam perjalanan
untuk menemukan diri mu sendiri.

Ada pribadi mulia di dalam diri mu itu.

Tetapi penampilannya sering terbelakangkan oleh kepentingan-kepentingan mu yang tidak penting, oleh kekhawatiran mu untuk upah-upah kecil, dan oleh ketakutan mu akan ketertinggalan dari orang-orang tidak jujur.

Sadarilah bahwa ketulusan mu adalah sinar yang membuat mu melihat semua penghalang kebaikan itu sebagai fatamorgana yang memperdaya.

Wahai Hati Yang Mencari,

Sebetulnya engkau sedang mencari pribadi mulia mu sendiri, yang akan kau temukan dalam derajat-derajat yang bertingkat.

Dalam tahun-tahun yang meningkat di dalam kehidupan mu, tingkatkanlah nilai diri mu agar terpantaskan bagi mu kemuliaan sebagai Peneladan Kebaikan, sebagai Penganjur Kebaikan, dan sebagai Pengharus Kebaikan.

Nilai diri mu adalah alasan bagi peningkatan derajat mu.

…….

Dearest Super Members,

Sampai kita bertemu lagi dalam kesempatan-kesempatan berikutnya yang selalu memuliakan kita semua.

Terima kasih atas ijin untuk melayani Anda semua.

Loving you all as always,
dan salam super,

Linna & Mario Teguh

Reuni Alumni Labschool


Hari ini saya menghadiri Reuni Alumni Labschool dari angkatan 1970 s.d. 2008. Acaranya sangat meriah dan seru.

Acara ini juga dihadiri oleh para pendiri Labschool seperti Pak Arief Rachman, dan Pak Muchsin Lubis. Juga tak lupa hadir guru-guru senior yang sudah pensiun yaitu Pak Prodjo dan Ibu Helena.

Acara reuni Alumni Labschool ini juga dihadiri oleh Wakil Ketua BPS Labschool Ibu Indira, dan para pimpinan sekolah Labschool.

Semoga Labschool tetap jaya. Terima kasih atas pengurus Alumni HASTA yang telah sukses menyelenggarakan acara ini dengan baik dan meriah.

Sumber : http://www.alumni-labschool.com/gw/

Sabtu, 13 Desember 2008

What is Your Way Out ?

Dearest Pak Mario dan Ibu Linna yang saya tauladani,

Sahabat Super Member yang terkasih,

Semoga dihari yang penuh dengan kesyukuran ini Kita selalu diberikan Kebahagiaan dan Keceriaan bersama keluarga tercinta dan Lingkungan dimana kita berada.

Senang sekali dapat kembali menyapa sahabat super member dalam Forum yang dipenuhi oleh pribadi pribadi yang mempunyai integritas tinggi dalam menganjurkan kebaikan dan upaya upaya untuk memberikan pelayanan yang maksimal.

Pada Program MTBA edisi 20 November 2008 di O Channel, Kali ini Pak Mario mengangkat tema What is Your Way out.

sahabat super member, ijinkan saya untuk mencoba berbagi sedikit uraian mengenai Tema diatas.

What is Your Way Out ?

Terdapat 5 Jalan Keluar ;

1. Goodness ( Kebaikan )

2. Action ( Tindakan )

3. Focus ( Fokus )

4. Abilityy ( Kemampuan )

5. RelationShip ( Hubungan )

First way out is a Character ,

Jalan Pertama untuk keluar dari keadaan apapun adalah Karakter.

Orang yang hidupnya sulit karena ada kualitas – kualitas dalam dirinya yang menyebabkan orang lain tidak membantu sehingga orang mengecilkannya, membiarkannya dan meninggalkannya.

Tetapi apabila orang yang Hidupnya Baik pasti ada dalam sifat-sifatnya yang menyebabkan dia mudah dibantu, dikedepankan dan mudah ditinggikan.

Super Point 1 : Goodness

Apapun Pendapat Kita kalau orang tidak melihatnya demikian ( baik ), Kehidupan ini diatur oleh pendapat orang lain , Sehingga kita sering merasa tidak dihargai untuk sesuatu yang kita pikir baik.

Karena yang kita pikir baik tidak bernilai apapun apabila tidak dinilai sama oleh orang lain.. itu sebabnya tugas kita adalah memastikan bahwa kita melakukan yang baik bagi orang lain yang dampaknya baik kepada kita dikemudian hari.

Super Point 2 : Action

Anda Menjadi, karena yang anda lakukan dan karena yang tidak anda lakukan.

Waktu anda melakukan sesuatu, anda menjadi sesuatu, waktu anda tidak melakukan sesuatu juga menjadi sesuatu. Jadi anda tidak bisa menghindari dampak dari adanya atau tidak adanya tindakan.

Yang anda lakukan menghasilkan kesempatan perbaikan.

Jika melakukan sesuatu kemudian berhasil, maka hasil itu memperbaiki kemampuan kita untuk menghasilkan nanti. Dan Jika Kita melakukan sesuatu kemudian salah Maka Kita memiliki kesempatan untuk memperbaiki cara supaya bisa berhasil pada upaya yang ke dua. Dan Jika Kita tidak melakukan Maka yang akan Kita alami adalah rasa penyesalan atau rasa syukur.

Waktu anda bertindak sebenarnya anda sudah berhasil.

Saat anda memutuskan untuk berubah sebenarnya anda sudah berubah.

Saat anda memutuskan berubah , kesegeraan bertindak setelah memutuskan, adalah lebih penting dari semua rencana anda.

Karena lebih baik sesuatu yang kecil itu selesai dilaksanakan daripada membangun sebuah istana impian yang tidak pernah terlihat pondasinya.

Super Point 3 : Fokus

Cara terbaik untuk menambahkan tenaga dalam pekerjaan kita adalah mengurangi ragam / macam dari pekerjaan kita, tujuannya adalah untuk mencapai beberapa target yang terpilih saja.

Target seperti apa yang Harus kita pilih ?

Karena kita tidak pernah tahu apakah yg kita tuju itu betul atau tidak,

Tujulah sesuatu dan inginkan sesuatu , Kalaupun anda salah, anda tahu dalam proses itu

Karena kita sama sama tidak mengetahui nya , Yang melakukanlah yang nanti akan mengetahui. Apabila targetnya tidak jelas , Jelaskan dalam tindakan anda

Karena Tindakan anda lah yg memastikan ketepatan dari Target Anda.

Super Point 4 : Abillity

Ada tiga macam kemampuan

1.Kemampuan untuk Mengenali Kemampuan

2.Kemampuan untuk Menggunakan Kemamuan

3.Kemampuan yang Meningkatkan Kemampuan

Banyak orang yang menyepelekan dirinya karena mereka tidak melihat kemampuannya.

Karena mereka menunda dengan rasa takut, tidak melihat kemampuan itu karena tidak menghormati dirinya, atau kagum dengan standard orang lain yang salah.

Sedangkan orang yang dapat melihat kemampuannya maka dia bisa melihat sinar baru..

Setelah mengenalinya kemudian menggunakan kemampuan itu

Setelah menggunakannya anda memiliki kewenangan untuk memperbaiki dan meningkatkan kemampuan.. Karena Semua kemampuan kita sudah diilhamkan kepada kita jauh sebelum kelahiran kita.

Lengkapnya kekuatan itu karena ikhlash nya Hati

Yang seharusnya Kita kerjakan adalah untuk kebaikan orang lain ,

Bukan untuk kebaikan diri sendiri

Karena Jika Kita bekerja untuk kebaikan diri sendiri kemungkinan ada yang dirugikan

Sedangkan Jika bekerjanya untuk kebaikan oranglain maka ada orang yang diuntungkan

Karena Hadiah bagi orang yang baik adalah kebaikan itu sendiri

Dan Baiknya penerimaan itu adalah karena kita pasrah

Berangkat dengan Ikhlash…..Pulang dengan Pasrah………"Sampuning Doyo"

Super Point 5 : RelationShip

Tidak ada sebuah hubungan yang bisa dikatakan baik jika salah satu atau kedua belah pihak dalam hubungan itu tidak menjadi lebih bahagia.

Pernikahan, Hubungan kekasih, Pertemanan, Mengabdi kepada atasan, Partnership dan lain sebagainya, Apabila salah satunya tidak membahagiakan atau keduanya tidak berbahagia, Merupakan hubungan yang memerlukan perbaikan.

Tugas kita adalah menyampaikan kebaikan, sedangkan kewenangan Tuhan-lah yang mengubah orang atas nasihat kita. Karena orang baik akan dihadiahkan teman yang baik, istri / suami yg baik.

Jadi seburuk apapun seseorang apabila kita memperbaiki diri maka akan dijadikan baik juga orang tersebut.

Jika Tidak, Tuhan lah yang Maha Penyelesai.

Maka kesabaran lah yang mengukur kita dalam penyelesaian itu.

Karena orang yang sabar tahu bahwa akan sampai pada sesuatu yang baik

Jadi orang tidak bisa sabar kalau dia tidak sedang mengupayakan sesuatu yang akan membuatnya mencapai sesuatu yang baik.

Karena Sabar itu ilmunya orang yang berencana.

Wise Card

Dari 5 jalan keluar diatas apabila dikelompokan Maka ada 2 macam cara untuk mendapatkan jalan keluar.

  1. Keluar dari kekurangan

Keluar karena kurang

2. Keluar menuju kelebihan

Keluar karena sudah cukup, maka dia melebihkan pelayanan, melebihkan orang yang bisa dibantu, melebihkan dan selalu menambah saudara, dan lain - lain.

Kesimpulan

Jalan keluar utama kita adalah karakter kita.

Karena jalan keluar pertama adalah kebaikan dan apabila kebaikan adalah warna dari semua sifat pribadi anda maka anda berkarakter baik. Bertindaklah jangan berlama lama dalam rencana, jangan belajar sebelum melakukan, tetapi belajarlah sambil melakukan.

Berfokuslah, Kalau kita melakukan banyak hal sedangkan tenaga kita kurang maka berfokuslah. Kemudian setelah itu bangunlah kemampuan, Karena Fokus yang hebat tadi akan menjadi tajam apabila anda mempunyai kemampuan.

Dan kita bisa berhasil melalui sebuah Hubungan, Anda disebut penting apabila

Anda penting bagi orang lain, Anda disebut bernilai apabila yang anda lakukan bernilai bagi orang lain. Lalu dengan itu kita bisa keluar dari keadaan yang kurang menuju keadaan yang lebih.

Terimakasih saya ucapkan yang setinggi tingginya kepada Pak Mario atas kebaikannya meng open source kan Ilmu yang berharga ini, Semoga Tuhan selalu memberikan Hadiah terindah atas segala kebaikannya.

Ucapan salute saya juga untuk Mas Hilbram Dunar yang berhasil membawa program ini hangat dan menarik dengan pertanyaan juga pernyataannya yang cerdas dan tidak jarang menimbulkan kelucuan.

Sahabat Super Member, Selamat Menemukan Jalan Keluar dan semoga kita dapat keluar dari keadaan yang kurang menuju keadaan yang lebih.

Salam Super

Mujiran, SM 0579
Technician Head | PT.Supertone | 085624257039 | SPC - Service Centre I

Kamis, 11 Desember 2008

the Secret of Umur Manusia..


Rahasia Umur Sapi, Monyet,Anjin9 'N Manusia

Di awal zaman, Tuhan menciptakan seekor sapi.
Tuhan berkata kepada sang sapi

"Hari ini kuciptakan kau Sebagai sapi engkau harus pergi ke padang rumput.

Kau harus bekerja dibawah terik matahari sepanjang hari.Kutetapkan umurmu sekitar 50 tahun.

Sang Sapi
keberatan, "Kehidupanku akan sangat berat selama 50 tahun.
Kiranya 20 tahun cukuplah buatku. Kukembalikan kepadamu yang 30
tahun."

Maka
setujulah Tuhan.

Di hari kedua, Tuhan menciptakan monyet.

"Hai monyet, hiburlah manusia. Aku berikan kau umur 20 tahun!"

"Sang monyet menjawab "What? Menghibur mereka dan membuat mereka
tertawa? 10 tahun cukuplah. Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka
setujulah
Tuhan.

Di hari ketiga, Tuhan menciptakan anjing.

"Apa yang harus kau lakukan adalah menjaga pintu rumah majikanmu.
Setiap

orang mendekat kau harus menggongongnya. Untuk itu kuberikan hidupmu
selama 20
tahun."

Sang anjing menolak, "Menjaga pintu sepanjang hari selama 20 tahun ?
No
way.! Kukembalikan 10 tahun padamu" Maka setujulah Tuhan.

Di hari keempat, Tuhan menciptakan manusia.

Sabda Tuhan : "Tugasmu adalah makan, tidur, dan bersenang-senang.
Inilah
kehidupan. Kau akan menikmatinya.
Akan kuberikan engkau umur sepanjang 25
tahun!"

Sang manusia keberatan, katanya "Menikmati kehidupan selama 25 tahun?
Itu
terlalu pendek Tuhan."

Let's make a deal.

Karena sapi mengembalikan 30 tahun usianya, lalu anjing
mengembalikan 10 tahun,

dan monyet mengembalikan 10 tahun usianya padamu, berikanlah
semuanya itu
padaku.

Semua itu akan menambah masa hidupku menjadi 75 tahun. Setuju ?" Maka
setujulah Tuhan.

AKIBATNYA... ......... ......... .........

Pada 25 tahun pertama kehidupan sebagai manusia dijalankan kita
makan, tidur
dan bersenang-senang

30 tahun berikutnya menjalankan kehidupan layaknya seekor sapi kita
harus
bekerja keras sepanjang hari untuk menopang keluarga kita.

10 tahun kemudian kita menghibur dan membuat cucu kita tertawa
dengan berperan
sebagai monyet yang menghibur.

Dan 10 tahun berikutnya kita tinggal dirumah, duduk didepan pintu,
dan
menggonggong kepada orang yang lewat Uhuk, uhuk (batuk)... "Eh,
Ntong, mo

kemane lo?"

Hahahahahaa. ... :-D

Mario Teguh Year End Note 2008 - The Year Of My True Identity

Rekan-rekan Super Members yang terkasih,

Mudah-mudahan email saya ini menemui rekan-rekan dalam keprimaan kesehatan dan semangat untuk tetap berdiri gagah menghadapi masa yang sedang tidak mudah ini.

Selamat datang kepada rekan-rekan Super Members yang baru bergabung di MTSuperClub. Semoga kebersamaan Anda dengan lebih dari 13 ribu Super Members di ruang keluarga kita yang ramah ini – menjadi peningkat kemampuan kita untuk saling memuliakan.

So, the year is coming to its end.
Kita telah hampir sampai di pertengahan bulan terakhir dari tahun 2008 yang sebetulnya belum lama kita rasakan perayaan tahun baru-nya.
Bagi banyak dari kita, kalimat-kalimat resolusi yang kita buat di akhir tahun 2007 masih belum selesai kita hafal, dan seperti biasa kita harus menyesuaikan kalimat-kalimat janji yang sama untuk tahun yang lebih baru.
Entah sudah berapa tahun kita melakukannya, tetapi anehnya – sudah tidak begitu terasa janggal bagi sebagian dari kita untuk menetapkan janji-janji lama yang sama untuk masa-masa baru yang semakin berat tantangannya.
Memang masa yang baru tidak selalu diisi dengan pribadi-pribadi yang baru.
Kita hanya akan menginginkan sesuatu yang lama, bila kemampuan kita lama.
Tidak ada pribadi dengan kemampuan yang terperbarui, yang akan damai menerima pengulangan keinginan yang sama dari keinginan lama yang telah dicapainya.
Itu sebabnya, untuk menjaga diri ini berjalan sesuai dengan waktu, kita harus membangun kemampuan baru.
Tetapi, bagaimana mungkin kita bisa merasa damai memasuki waktu yang baru, yang penuh dengan ketidak-pastian yang baru, tetapi dengan kemampuan yang lama? Apalagi jika untuk tantangan yang lama saja, kemampuan kita telah terbukti belum memadai.
Tidak sedikit pribadi baik yang setiap akhir tahun terpaksa melibatkan diri dalam kebingaran pesta menyambut tahun baru, sebagai cara untuk menutupi kegalauan hatinya yang jujur mengenai kurangnya kesungguhan untuk menjadikan tahun yang lalu sebagai tahun yang bernilai.
Seperti sebuah pantun, kalimat-kalimat ini mengulangi dirinya berkali-kali dalam tahun-tahun kehidupan banyak anak manusia.
terperangah karena sadar masih belum
berjanji lagi, untuk lupa
kemudian terpaksa ingat, dan berjanji lagi
yang selama lupa, tidak ingat
dan bila ingat, nanti saja
Tetapi, mengapakah ada pribadi yang cepat menjadikan dirinya tegas berpihak kepada yang penting baginya, saat ada yang ketegasannya adalah untuk berlaku tidak tegas?
Bila lama tidak benar, pasti ada yang salah.
Lalu, mohon Anda perhatikan ini, bahwa

Sesuatu yang salah tidak harus terbukti salah untuk salah.
Sebuah kesalahan yang disembunyikan dan ditutupi dengan selimut setebal langit, dan dipertahankan oleh pengacara yang terfasih pembelaannya di bumi – tidak menjadikannya kurang salah.
Sebuah kehidupan yang dipimpin dengan salah, tidak harus dibuktikan menjadi kehidupan masa tua yang lemah – untuk sekarang diputuskan salah.
Tetapi, yang mengherankan adalah orang yang berlaku seolah ingin membuktikan bahwa kesalahan kepemimpinan hidupnya tidak akan menyiksanya di masa tua, padahal telah tampak tanda-tanda pelemahan hidup itu hari ini.
Bila dia termasuk pribadi yang dikasihi, dia akan dibuat gelisah dengan tidak cukupnya kemampuannya untuk membiayai dan memimpin kehidupan yang baik.
Bila kegelisahannya tidak juga mengubahnya, dia akan dibuat merasa rendah diri, kehilangan hormat kepada dirinya sendiri.
Dan bila perasaan kecil-nya itu tidak juga membuatnya ingin membesarkan dirinya, dia akan dibuat merasa marah.
Dan biasanya,

Perubahan-perubahan besar pada seorang cucu Adam dimulai saat dia marah, marah besar – kepada dirinya sendiri.
Dia merasa sangat mengenal dirinya, tetapi dikelabui oleh dirinya sendiri.
Dia merasa bisa mengendalikan dirinya sendiri, tetapi dia terpimpin oleh dirinya sendiri untuk hanya menua.
Dia tahu dirinya menua, tetapi dia tidak pernah tahu apakah dirinya membijak.
Waktu memang mengubah segala sesuatu, kecuali kita.

Kitalah yang harus mengubah diri kita sendiri.

Sahabat-sahabat Super Members yang terkasih,
Berikut adalah catatan sederhana yang saya susunkan untuk Anda sebagai bagian pengutuh dari Catatan Akhir Tahun 2008 ini.
Please enjoy, absorb, and apply.
…….
MARIO TEGUH
The Year Of My True Identity
Tahun Identitas Asli Saya
…….
Sahabatku yang hatinya baik,
Bayangkanlah ini dengan kesungguhan untuk menjadikannya kenyataan yang memuliakanmu dan memuliakan sebanyak mungkin saudaramu.
Bila ada jiwa yang sedang terbingungkan oleh dirinya sendiri yang seperti tidak pernah berketetapan menjadi pribadi yang kuat, dan dia bertanya kepadamu tentang dirinya, nasehatkanlah ini kepadanya.
…….
Engkau datang kepada ku dengan pertanyaan
Siapakah aku?
Dalam diam ku,
aku tahu engkau bertanya-tanya melihat senyumku,
tetapi seharusnya engkau merasa damai bila engkau mengerti seberapa besarnya kasihku kepadamu.
Sadarkah engkau bahwa aku bukanlah diri yang hidup cukup lama di dalam dirimu itu,
untuk ku mengenal dan mengetahui tentang mu
yang memantaskan ku untuk menjawab pertanyaanmu itu?
Dengarkanlah ini dengan mendamaikan dirimu sendiri.
Aku tidak tahu engkau siapa,
tetapi ini yang bisa ku katakan kepadamu,
bahwa
Pertanyaanmu mengenai siapakah engkau
adalah ungkapan keletihanmu dengan pribadi yang belum membanggakan bagimu itu.

Adikku yang terkasih,
ketahuilah bahwa
Kita semua tumbuh dari ketiadaan,
menuju ke kemuliaan.
Kita tumbuh dari ketiadaan wujud, ketiadaan nama, dan dari ketiadaan kehadiran.
Maka marilah kita mulai dari wujud mu.
Identitas dasar dari dirimu ada dalam wujudmu.
Yang kau mengerti sebagai wujudmu itu sering kau sederhanakan hanya sebagai bentuk, ukuran, berat, dan warnanya saja;
tetapi sebenarnya,
dirimu lebih ada, lebih bernama, dan lebih hadir dari yang bisa kau mengerti.
Aku tak ingin membingungkanmu,
tetapi dengarlah pengandaian ini:
Seandainya engkau bisa melihat jiwa-jiwa suci yang ditugaskan untuk menjaga dan membimbingmu untuk menjadikanmu sebagaimana seharusnya engkau menjadi,
engkau tidak akan berlaku seperti yang tidak sedang disaksikan itu.
Yakinilah itu,
dan engkau akan berlaku dalam sebaik-baiknya kelakuan.
Dengannya,
engkau akan tumbuh, bergerak menuju diri mulia mu
yang selama ini tersuramkan oleh perilaku hati, perilaku pikiran, dan perilaku badanmu yang membuat jiwa-jiwa suci pendampingmu itu malu.
Tetapi,
untuk sekarang cukupkanlah kesadaran mengenai pendampingmu itu sebagai pengetahuanmu saja,
dan
Berlakulah dengan kesadaran bahwa engkau sedang dalam pengawasan.
Ya, engkau selalu dalam pengawasan.

Tetapi, mengapakah aku memberitahumu mengenai hal ini?
Bukankah engkau yang sering mengatakan kepadaku
bahwa Tuhan Maha Mengetahui?
bahwa Tuhan Maha Menyaksikan?
dan bahwa Tuhan mengetahui dan menyaksikan semua yang kita lakukan?
Tetapi,
mengapakah sering tanpa ragu engkau hadirkan dirimu dalam seburuk-buruknya perilaku dalam penyaksian Tuhan?
Apakah engkau akan melakukan banyak hal yang kau lakukan dalam penyaksian Tuhan itu,
di depan tetangga mu, yang bahkan tidak kau hormati itu?
Lalu,
apakah yang terjadi dengan rasa hormatmu kepada Tuhan?

Sahabatku yang baik,
Bila engkau menghormati Tuhan,
tidak mungkin engkau berlaku yang menjadikanmu tidak menghormati dirimu sendiri.
Maka wajar bila engkau bertanya kepadaku,
Siapakah aku?
karena engkau terbingungkan oleh diri yang melakukan yang diketahuinya tidak pantas baginya untuk melakukan.
Bila engkau sudah menerima ini,
kita bisa sekarang naik ke anak tangga pengertian berikutnya.
… anak tangga pengertian berikutnya …
Apakah engkau melihat keindahan dari selarik kata-kata itu?
… anak tangga pengertian …

Ya …
Kita naik dalam kehidupan ini,
dalam derajat yang bertingkat-tingkat,
dan
derajat-derajat itu kau capai
melalui tingkat-tingkat dari pengertianmu.
Semakin engkau mengerti, semakin engkau berderajat,
karena engkau tidak mungkin berlaku yang bertentangan dengan yang kau mengerti.
Maka ketahuilah ini,
Siapapun yang berlaku bertentangan dengan yang dimengertinya, adalah orang yang belum benar-benar mengerti.
Sekarang,
sudahkah engkau mengerti mengapa aku selalu tersenyum kepadamu?
Aku tersenyum,
karena aku melihat dirimu dari tempat yang memungkinkan ku melihat kenaikan derajatmu bila engkau percaya.
Aku tersenyum,
karena aku melihat kebaikan dalam dirimu yang sedang kau biarkan kalah di bawah kepentinganmu yang tidak penting.
Aku tersenyum,
karena aku melihat bagaimana engkau tersiksa karena kekesalan mu terhadap dirimu sendiri yang sering berlaku palsu.
Lebar senyumku,
karena mendengar mu berjanji tidak akan berlaku sombong, tetapi mengatakannya dengan kalimat-kalimat seseorang yang angkuh.
Lucu senyumku,
karena mendengar kesediaanmu untuk memaafkan orang lain dengan kesungguhan untuk memastikan bahwa mereka tahu hanya engkau yang benar.
Haru senyumku,
karena melihat upayamu untuk mendapatkan kasih sayang dengan cara-cara yang mengusir kasih sayang.
Dan semua kesabaran dalam senyumku itu ada,
karena aku sedang menanti saat dimana engkau berlaku tegas untuk menjadi pribadi yang baru.
Ya …,
aku mendengar keraguanmu itu …
Engkau dan aku tahu bahwa pribadi yang baru itu tidak pernah bebas untuk menjadi betul-betul baru, karena akan selalu ada sisa-sisa dari kenyamananmu dalam cara-cara yang lama itu yang mencoba memasuki ruang-ruang indah dari pembaruan dirimu.
Tetapi ini yang harus kau mengerti,
bahwa
Pribadi apapun yang mengupayakan perbaikan
adalah sudah baru.
Siapapun yang menginginkan dirinya menjadi baik, sudah menjadi orang baik.
Kebaruan mu bukan datang karena engkau telah meninggalkan semua diri lama mu.
Kebaruanmu dimulai dari niatmu untuk menjadi pribadi baru.
dan
Kesungguhanmu dinilai dari yang betul-betul engkau lakukan.
Adikku yang sahabat baik hatiku,
sekarang marilah kita kenali dirimu sebagai sebuah wujud.

WUJUD

Mulailah dengan melihat dirimu dari luar dirimu.
Engkau ada sebagai gambar dalam pandangan orang lain.
Mungkin mudah bagimu untuk mengerti itu,
tetapi mengapakah engkau tidak tertarik untuk merancang dirimu menjadi seindah-indahnya gambar?
Engkau ada sebagai suara dalam pendengaran orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak memerdukan suara dan mengindahkan kata-kata yang keluar dari wajahmu?
Engkau ada sebagai aroma dalam nafas orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak mengharumkan dirimu?
Engkau ada sebagai yang otot yang hidup dalam sentuhan orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak melembutkan ketegasan sentuhanmu?
Dan engkau ada sebagai kesan dalam keseluruhan indra orang lain,
tetapi mengapakah engkau tidak membangun tempat yang indah di hati mereka?
Maka,
Jika engkau membiasakan diri untuk melihat dirimu sendiri dari luar dirimu,
engkau akan memperbaiki pendapat buruk mu tentang dirimu sendiri,
dan mulai mengambil keuntungan dari apa yang diharapkan oleh orang lain dari mu.
Yakinilah ini, bahwa
Perubahan yang terbaik bagimu adalah perubahan yang mendatangkan kebaikan bagi orang lain.
Dan cara terbaik untuk berubah adalah membuktikan kemampuan untuk mendatangkan kebaikan bagi banyak orang, dengan memulai kebaikan itu kepada dirimu sendiri.
Berlaku baiklah kepada dirimu sendiri, karena bila tidak – engkau tidak akan menjadi baik bagi siapapun.

Kemudian, adik kebanggaanku,
Kita sampai pada kebutuhanmu untuk menjadikan wujud mu itu meninggalkan keadaannya yang tak bernama, dan menjadi keberadaan yang bernama baik.

NAMA
Sekarang,
mudah-mudahan yang kita bicarakan ini dapat mendekatkan kita kepada pengertian yang membantumu menjawab pertanyaanmu sendiri, mengenai
Siapakah aku?
Meskipun kedua orang tua terkasih mu telah mendoakan kebaikan bagimu dan memberimu nama jauh sebelum kemungkinan keberadaanmu di dunia ini, engkau hanya bernama bagi mereka, dan sebetulnya tak pernah bernama bagi orang lain – sampai mereka mengenalkanmu kepada orang lain.
Setelah engkau lari bersegera keluar dari bayang-bayang perlindungan orang tuamu, engkau masih sebetulnya tak bernama – sampai engkau mengenalkan dirimu sendiri kepada orang lain di luar keluargamu yang telah mengenalmu sejak kelahiranmu.
Maka marilah kita simpulkan,
bahwa
Engkau hanya dikenal sebaik engkau mengenalkan dirimu sendiri.
Perhatikanlah kata itu, … dirimu.
Jadi sebetulnya engkau tetap tidak akan bernama bagi orang lain, bila engkau tidak mengenalkan dirimu.
Tetapi, mengapakah ada di antara mu yang memperkenalkan dirinya dengan cara-cara yang bahkan dapat merusak nama-nama yang terbaik di dunia ini?
Pernahkah kau temui orang yang menggunakan alamat bagi penerimaan dan pengiriman surat bagi diri pribadinya, dengan nama-nama yang seolah-olah sengaja mengundang perlakuan tidak serius kepadanya, seperti:
Tetapi, janganlah dulu menganggap setiap orang dari mereka tidak bersungguh-sungguh.
Ada yang mengira itu cara terbaik memperlakukan dirinya.
Ada sebagian dari mereka yang telah lama meratap dalam kebingungan yang tulus.
Dan banyak dari mereka yang tidak tahu mengapa orang lain tidak menganggap mereka serius, dan tidak melihat mereka bahkan dengan sebelah mata.
Bantulah mereka mengerti bahwa
Kehidupan yang serius kebaikannya, sulit dicapai dengan nama yang tidak serius penghormatannya.
Maka, sahabatku yang indah hatinya,
Indahkanlah namamu.
Karena, perlakuanmu terhadap namamu adalah pengundang bagi penghormatan yang sebanding dari orang lain.
Maka bila namamu adalah Freddy Rachmad, maka akan lebih baik bagimu bila engkau menggunakan freddy.rachmad@ king.com
Atau bila namamu adalah Ayudiah Ratri, maka akan lebih baik bagimu bila engkau menggunakan ayudiah.ratri@ queen.com

Sahabatku yang baik,
Ini yang ada dibalik senyumku.
Kelebat gambar dan perasaan saat aku berjalan di jalan yang sedang kau lalui sekarang.
Aku mengenal banyak lubang yang mengukir permukaannya
dan duri yang menggapai dari kedua sisinya,
dan beberapa kali aku berlaku terlalu akrab dengan mereka,
dan merasakan ngilu pagutan dari gerigi di bibir lubang-lubang itu pada tulang kering di kedua kakiku,
dan hampir meleleh jantungku karena pedihnya sengatan duri-duri yang tersembunyi di balik kesenangan-kesenang an sementara.
Engkau tidak sendiri dalam penderitaan dan keterperdayaan mu, dan engkau bukan yang pertama, dan sedihnya – engkau juga bukan yang terakhir.
Akan selalu ada pribadi yang melalui jalan-jalan yang kita lalui itu dengan kepolosan yang menjadi sumber kenikmatan bagi lubang-lubang dan duri-duri itu.
Tetapi, seperti seharusnya engkau juga, aku menguatkan gigitan pada rahangku melalui semua itu.
Aku sangat ingin engkau mengetahui bahwa
Aku mengalami semua yang harus kualami agar aku menjadi pribadi yang matang dan kuat.
Dan adik kekasih hatiku, banyak dari yang dulu kualami itu sedang kau alami sekarang.
Dulu,
Aku percaya, dan lalu tertipu, karena yang kupercaya hanyalah yang paling sesuai bagi kesenangan sementara yang dekat.
Aku terbuai, dan kemudian diracun, karena yang kusahabati adalah yang hanya manis di bibir.
Aku juga membenci, dan kemudian harus menjilat kembali kebencianku, karena aku membenci asal yang bukan aku.
Aku bekerja dengan semangat yang sesuai dengan kecilnya pendapatanku, dan kemudian disiksa dan dipaksa untuk bekerja keras – tetap dengan imbalan yang kecil.
Dulu,
Aku lama marah, menyalahkan siapapun selain diriku.
Aku memarahi bahkan yang menyayangiku.
Aku mendekati sahabat-sahabat palsu yang hanya menyadap hatiku, tetapi mendorong jauh-jauh mereka yang hatinya terluka melihat penderitaanku.
Aku mencemooh orang-orang bijak.
Aku protes ke arah langit.
Aku sedang buta,
Dan aku tidak melihat kebutaan ku.
Padahal,
Tidak ada orang yang buta bila ia bersedia melihat kebutaannya sendiri.
Indah sekali ya?
Mampu melihat karena melihat kebutaan.
Menjadi buta saat menolak melihat kebutaan.
Ternyata, semua penderitaanku itu adalah penyiap bagiku.
Ternyata, semakin aku menderita, sebetulnya semakin baik bagiku.
Karena saat sampai waktuku untuk memilih untuk mengerti, aku mengerti banyak hal.
Pengertian.
Mudah-mudahan engkau ingat, saat kukatakan kepadamu, bahwa
Pengertian adalah sinar yang paling terang.
Pengertian adalah sinar yang menjadikan saudaraku yang tunanetra melihat lebih jelas daripada yang berpenglihatan tetapi yang menolak untuk mengerti.
Tanpa pengertian engkau akan tersesat bahkan di seterang-terangnya jalan sepanjang dan selama penolakanmu untuk mengerti. Dan jangan sampai itu kau biarkan terjadi sepanjang hidupmu.
Semua penderitaanku itu adalah penyiap bagiku, sebagaimana penderitaanmu adalah penyiap bagi kecemerlangan dirimu.
Maka tolaklah pengertian yang hanya sesuai dengan kesediaanmu untuk menyia-nyiakan hidupmu.

Adikku yang menempati ruang yang indah di hatiku,
Aku melihatmu mengangguk.
Sudah kau lihat sekarang bahwa senyumku itu karena kasih sayangku kepadamu?
Aku tersenyum,
karena aku melihat dirimu dari tempat yang memungkinkan ku melihat kenaikan derajatmu bila engkau percaya.
Bila ternyata masih ada di antara mereka yang tidak percaya, tersenyumlah dengan penuh kasih,
karena dia akan akhirnya menyetujuimu pada saat dia terlalu tua
untuk memenangkan kehidupan dengan sisa kekuatan dari kemudaan yang disia-siakannya.
Terimalah bahwa akan selalu ada orang yang mempermainkan penghormatan kepada namanya sendiri.
Bagi hati yang penyayang seperti hatimu, hal itu memang menyedihkan.
Tetapi, bukankah kita semua sedang menunggu.
Ada yang menunggu hasil baik dari pilihan-pilihan baiknya.
Ada yang menunggu pembuktian dari tidak-berguna- nya pilihan-pilihan buruknya.
Ada juga yang menunggu menggunakan cara baru, sampai setelah terlambat baginya untuk menggunakan cara apapun.

Adikku yang dititipkan oleh Ibuku kepadaku,
Dengarkanlah ini.
Aku tahu bahwa
Masa lalu mu masih berperan dalam pemilihan isi bagi nama dan penghormatanmu kepada dirimu.
Tetapi penghormatan orang lain yang buruk, tidak akan berdampak lama
bila penghormatanmu kepada dirimu membuatmu menerima
bahwa masa lalu mu adalah penghantar bagi kecemerlangan masa depan mu.
Semakin buruk masa lalu mu,
akan semakin besar perbedaan yang dapat kau bangun dari pribadi lama mu ke pribadi baru mu.
Dan dengannya,
semakin besar nilai penghormatan yang terpantaskan bagimu.
Maka tetapkanlah ini di hati mu,
Meratapi masa lalu mu, tidak akan memperbaiki apapun yang sudah terjadi; tetapi pasti melapukkan hidupmu yang sekarang.
Mengkhawatirkan masa depan mu, tidak akan menjamin terhapusnya semua masalahmu nanti, tetapi pasti menyadap kekuatanmu hari ini.
Maka,
Janganlah kau gunakan nama yang menunjukkan kepada dunia bahwa engkau adalah pribadi yang terluka dan yang masih terus melukai dirinya sendiri sampai nanti.
Pastikanlah bahwa
Namamu seharusnya adalah cerminan dari yang ingin kau capai di masa kejayaanmu nanti.
Adikku, sahabatku yang tegar hatinya,
Sekarang aku tersenyum, karena kini kurasakan getaran hatimu yang lebih ramah terhadap anjuran untuk menjadikan dirimu sebagai wujud yang bernama baik.
Gunakanlah keperkasaan jiwamu untuk mengangkat derajatmu pada ketinggian yang menunggangi awan, dan setialah kepada kerendahan hatimu untuk tetap membumikan dirimu dekat bersama jiwa-jiwa saudaramu yang membutuhkan bantuan.
Karena, tahapan berikutnya dari identitas mu adalah kehadiran mu dalam kehidupan yang indah ini.

KEHADIRAN
Sahabat tujuan kebaikanku,
Hentikanlah pengejaran mu atas kecantikan dan keindahan yang tidak terlihat dari balik dinding,
dan utamakanlah pengembangan dirimu untuk menjadi pribadi yang kebaikannya terlihat saat engkau tidak hadir, dan yang tetap ada saat kehadiran jasadmu di dunia ini selesai.
Ketahuilah bahwa kecantikanmu hanya ada saat terlihat, tetapi kebaikanmu akan selalu ada bahkan bagi orang yang tidak mengenalmu dan tidak mengetahui bahwa itu adalah kebaikanmu.
Lalu,
Mengapakah engkau demikian gelisah dan tergesa-gesa mengejar keindahan dan kelengkapan yang hanya ada bila terlihat, dengan mengorbankan keindahan dari kehidupan yang sesungguhnya?
Untung saja, engkau belum dibuat berhasil dalam pengejaran palsu itu, agar engkau tak mengira bahwa yang sia-sia adalah jalan yang benar.
Dan bila engkau sedang dilambatkan dalam pengejaranmu dan sedang dirabunkan dalam pencarianmu, mungkin itu karena engkau sangat disayangi dan sedang ditunggu pengertianmu untuk mendahulukan yang lebih baik.
Berbunga hatiku saat aku melihatmu mengangguk khusuk dan haru, saat aku simpulkan untukmu, bahwa
Upaya adalah pengubah nasib,
sehingga upayamu adalah pengubah nasibmu.
Lalu engkau bertanya-tanya dan memintaku menjelaskan,
mengapakah bila upaya adalah pengubah nasib, Tuhan belum memperbaiki nasibmu melalui semua upaya penuh penderitaan yang sekarang sedang kau tapaki?
Wahai hati yang bertanya,
Ketahuilah ini dan jadikanlah penuntun bagi pilihan upayamu, bahwa
Upaya adalah pembaik nasib, hanya bila upaya itu baik.
Sehingga jangan engkau sebut pekerjaanmu itu upaya yang akan memperbaiki nasibmu, bila dalam mengerjakannya engkau berlaku tidak adil kepada yang membayarmu, tidak tulus kepada pelangganmu, dan tidak jujur kepada keluargamu.
Engkau memang tetap bisa hadir tanpa harus menjadi keuntungan bagi orang lain, tetapi bila kehadiranmu tidak menyebabkan perbedaan yang berarti, untuk apakah engkau hadir?
Maka mulai hari ini tetapkanlah dirimu untuk hadir sebagai keuntungan bagi orang lain.
Janganlah engkau tiru perilaku dari mereka yang lebih disyukuri ketidak-hadirannya, karena mereka berperan sebagai pelambat hasil atau perugi bagi orang lain.
Semakin besar perbedaan yang bisa kau sebabkan karena kehadiranmu, akan semakin bernilai engkau bagi orang lain.
Dan bila engkau memimpikan untuk menjadi bintang di antara bintang, pastikanlah bahwa perbedaan yang kau sebabkan dalam kehadiranmu itu adalah perbedaan yang tidak bisa dibangun oleh orang lain.
Sekarang, aku tanyakan ini kepada hatimu yang lebih ramah,
Mulai hari ini, apakah engkau akan memastikan bahwa setiap jiwa yang bersentuhan denganmu akan menjadi jiwa yang mensyukuri pertemuan denganmu?
Sadarkah engkau bahwa bila orang merindukan kehadiranmu, sebetulnya engkau telah hadir di hati mereka?
Maka undangannya kepada kita,
engkau dan aku,
Capailah keindahan yang membahagiakan pada semua yang bisa kau indahkan dalam dirimu, agar engkau menjadi pengindah kehidupan semua saudaramu.

Adikku yang terkasih,
Semua perjalanan adalah perjalanan kejiwaan.
Kita tumbuh dari jiwa mulia yang suci, untuk menjadi jiwa yang bersemayam damai di dalam diri yang dewasa, baik, dan cemerlang.
Kita semua adalah jiwa yang sedang hidup di alam raga.
Namun kepelikan keberadaan raga inilah yang menjadikan kita terlupakan, tersilaukan, dan berlaku seolah-olah kehidupan ini adalah kehidupan raga.
Adikku, ketahuilah bahwa
Kehidupanmu adalah kehidupan jiwamu.
Jiwamu-lah yang mengisi ragamu agar ia menjadi seseorang.
Maka,
Nama yang kau pilihkan bagi dirimu adalah sebetulnya nama bagi jiwamu.
Dan,
Identitas dari dirimu adalah identitas dari jiwamu.

Yang ini aku mohonkan pengertian baik mu, bahwa ragamu itu hidup hanya selama nyawa yang dititipkan Tuhan padanya – masih ada.
Nyawamu adalah serpihan indah dari keberadaan Tuhan, yang akan kembali kepada Tuhan saat masa pelayanan jiwamu dalam kehidupan ini selesai.
Dan dengan ditarik-kembalinya nyawamu, ragamu menjadi kumpulan materi yang tak lagi berpendapat, yang akan terurai kembali kepada sumber pembentukannya, … tanah.
Tetapi jiwamu ada, tegak dan hidup – sehidup kesadaran terakhirmu sebelum nyawamu memulai perjalanan kerinduannya untuk kembali kepada Tuhan. Dan jiwamu menyusulnya dalam waktu yang ditetapkan.
Maka memudar dan sirnalah kabut yang menutupi pengertian baikmu selama ini, dan terbukalah pengertian bahwa semua kehidupan adalah kehidupan jiwa yang menuju bentuk terbaiknya, untuk kembali kepada Tuhan.
Engkau jiwa yang mulia.
Maka apa lagi-kah yang masih kau ragukan?
Sini, mendekatlah engkau kepadaku.
Sambutlah tanganku, karena tangan ini telah menyentuh dan meringankan semua sakitku di masa mudaku.
Semoga dengannya hatimu berharu-gembira bahwa engkau adalah belahan jiwaku, dan mengobati dirinya sendiri dengan rasa sakit yang sebetulnya adalah rasa dari obat kebaikanmu.
Adikku yang terkasih,
Mulai hari ini, sadarilah bahwa
Hatimu Adalah Wajah Dari Jiwamu
Maka kenakanlah wajah terbaik dari jiwamu, agar kehidupan ini memperlakukanmu dengan keindahan yang terpatutkan bagi mereka yang jiwanya rupawan.
Aku tahu engkau ingin aku melanjutkan perbincangan indah kita ini dengan telisikku mengenai Hati Yang Menjadi Wajah Dari Jiwamu, tetapi biarlah itu menjadi pengindah dari pertemuan kita yang menyusul.
Maka sering-seringlah engkau mengunjungiku, karena telah kutetapkan diriku sebagai pelayan bagi kebahagianmu.
Adikku yang tulus ketegasannya,
Yang sekarang harus kau jadikan hadiah bagi dirimu sendiri di tahun yang baru nanti, adalah
Menjadikan dirimu sadar mengenai kebesaran yang menjadi kerinduan jiwamu itu.
Kemudian menjadikan kesadaran akan tugas dari jiwamu sebagai warna dari semua kekuatan dan kesabaranmu.
Dan yang ini aku mohonkan perkenan Tuhan bagimu, adik kecintaan hatiku:
Jadikanlah keikhlasan sebagai kekuatan dari pekerjaanmu, dan keberserahan sebagai kekuatan dari penantian hasilmu.
Karena,
Engkau jiwa yang mulia, dan itulah identitas-asli- mu.
…….

Rekan-rekan Super Members yang terkasih,
Semoga Catatan Akhir Tahun 2008 ini menjadi pelengkap bagi Catatan Akhir Tahun 2007 yang telah saya kirimkan sebelumnya.
Rekan-rekan Super Members yang baru bergabung dan belum mendapatkan Catatan Akhir Tahun 2007, dapat mengunjungi web kita www.MTSuperClub. com dan download dari sana, atau meminta rekan-rekan Super Members yang lain untuk mengirimkannya langsung ke alamat email Anda yang indah.
Semua MTSC Directors, Function Heads, dan semua pemegang peran dalam program-program pelayanan MTSC, Ibu Linna dan saya – menyampaikan rasa terima kasih dan tersanjung atas kesediaan baik rekan-rekan untuk menjadi bagian dari keluarga besar MTSuperClub.
Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Berkuasa memperkuat kesungguhan kita untuk menjadikan diri kita wakil Beliau dalam menjawab doa-doa dari saudara-saudara kita yang membutuhkan bantuan, karena dengannya kita akan ditaruh di dalam pemeliharaan Beliau Yang Maha Memuliakan.
Terima kasih dan salam super,
Mario Teguh
Founder I MTSuperClub I 081-814-2080 I For The Happiness Of Others I Jakarta

Apakah anda sudah Mengajar dengan Hati?

Mengajar Dengan Hati Nurani

Selamat datang di blog Guru yang Mengajar dengan Hatinya. Saran dan komentar sangat kami harapkan demi perbaikan blog ini menjadi lebih baik lagi