Sabtu, 31 Januari 2009

Kepemimpinan SBY

Pemimpin yang diharapkan oleh rakyatnya adalah seorang pemimpin yang selalu berada di garis depan. Dialah yang membuka jalan akan adanya perubahan. Perubahan terjadi apabila pemimpin itu memiliki jiwa kepemimpinan. Lalu kepemimpinan yang bagaimanakah yang dinginkan rakyat? Apakah Pak SBY sudah layak disebut pemimpin? Seth Godin seorang ahli perubahan dan kepemimpinan menyarankan 7 sifat yang membuat pemimpin mampu menghadapi segala tantangan di abad 21, saya akan coba mencari hubungannya dengan kepemimpinan bapak SBY yang sekarang ini menjabat sebagai presiden. Mohon untuk dicermati secara bijaksana. Ini hanya sudut pandang kecil dari seorang guru yang melihat sisi positif dari diri bapak SBY. Bukan bermaksud untuk mengkampanyekan beliau agar terpilih kembali sebagai presiden. Ketujuh sifat-sifat yang baik dari seorang pemimpin itu adalah: 1. Challenge - Tantangan. Pemimpin yang baik memberi tantangan kepada komunitas rakyatnya. Banyak hal yang bisa dijadikan tantangan, dan hanya pemimpin negara yang baik yang bisa membuat tantangan menjadi kenyataan. Terkadang terlalu tinggi menggantung standar juga akan berakibat tidak baik, hitunglah sumber daya dan keunggulan apa yang negara punyai. Baru kemudian tantangan atau target bisa dimulai dari sana. Ingat sukses yang besar dimulai dari sukses yang kecil-kecil. Pak SBY adalah sosok pemimpin yang selalu berhadapan dengan tantangan. Ketika terpilih menjadi presiden, tantangan demi tantangan menerpa Pak SBY. Namun semua itu dapat dihadapinya dengan penuh keyakinan akan dapat mengatasi itu dengan baik. Lihatlah bencana alam yang terjadi di Indonesia, Pak SBY yang dipilih langsung oleh rakyat mampu mengatasinya dengan baik. Juga tentang guru sebagai profesi, pak SBY mampu mewujudkannya dengan lahirnya UU Guru dan Dosen. Segala keputusan pak SBY pun banyak yang memberikan tantangan, misalnya ketika keputusan beliau mengangkat menteri profesional sebagai pembantunya. Lalu memberantas korupsi, dan mengizinkan para gubernur dan pejabat lainnya untuk diperiksa oleh KPK. Termasuk besannya sendiri. Bapak Aulia Pohan. 2. Culture - Budaya. Pemimpin yang baik secara sadar menciptakan budaya. Budaya yang baik dan dapat dicontoh oleh rakyatnya. Budaya tepat waktu misalnya, bisa dimulai dari hal yang kecil, tidak terlambat saat memulai rapat, atau masuk kerja. Budaya menghormati orang lain bisa dimulai dengan mematikan HP saat rapat sedang berlangsung dan tidak berbicara satu sama lain saat ada orang yang berbicara di depan podium. Budaya antri dan tertib berlalu lintas harus pula dicontohkan oleh seorang pemimpin. Hal-hal yang sederhana itu bila diterapkan secara terus menerus bisa dengan mudah menjadi budaya positip di suatu negara. Jangan lupa budaya memberi ucapan selamat atau reward kepada orang lain yang mempraktekan kebiasaan yang baik. Indonesia adalah negara yang berbudaya. Budayanya pun ber-aneka ragam. Pak SBY telah mampu mengatasi keanekaragaman budaya Indonesia yang ada. Pak SBY telah mampu pula memimpin rakyatnya untuk memiliki budaya yang kokoh. Budaya yang kita namakan Bhinneka Tunggal Ika. 3. Curiosity - Ingin tahu. Pemimpin negara yang baik selalu ingin tahu. Ingin tahu apa yang dialami rakyatnya. Selalu bertanya untuk segala kemungkinan yang terbaik. Jika ada rakyatnya mengeluhkan sesuatu hal, ia akan mengajarkan atau memberi contoh untuk mencari tahu apa yang mungkin bisa dilakukan sekaligus bersama-sama mencari jalan keluar. Bisa anda bayangkan bila bangsa kita dipimpin oleh presiden yang tidak ingin tahu penderitaan rakyatnya. Pak SBY bukan tidak tahu harga sembako sulit terjangkau dan bukan tidak tahu pula kalau banyak rakyat yang terpaksa mengantri minyak tanah. Semua itu diketahuinya. Memang sudah menjadi tugas pemimpin untuk menangani keluhan dari semua pihak. Namun pemimpin yang baik bisa mendengarkan, memberi masukan sekaligus menyelesaikan masalah dengan arif dan bijaksana. Pak SBY selalu memperhatikan rakyatnya dengan baik. Rasa ingin tahu beliau tentang penderitaan rakyat membuat hatinya terkadang menjerit. Saya pernah melihat dalam foto, Pak SBY menangis ketika mengunjungi rakyatnya yang terkena musibah tsunami di Aceh. Rasa ingin tahu Pak SBY yang besar juga mengantarkan beliau mengatasi segala persolan yang ada dalam negara ini. 4. Charisma - Berkarisma. Karisma adalah hal yang wajib dimiliki oleh seorang pemimpin. Orang seperti bapak Soekarno, presiden pertama kita memang berkarisma, buat kita yang orang biasa, berharap mempunyai karisma seperti beliau nampaknya hanya mimpi. Semua pemimpin sebenarnya dengan gampang bisa mempunyai karisma, tergantung caranya memimpin. Buat saya, Pak SBY adalah orang yang berkarisma. Kharismanya bukan hanya tebar pesona atau main yoyo tapi benar-benar diperhitungkan matang. Pada pidato hari guru dan HUT PGRI bulan Desember 2008 yang baru lalu, saya melihat dengan langsung bagaimana beliau menyapa kami dengan ramah, lalu memberikan pidato yang sangat menyentuh hati kami para guru. Ingatlah, siapa saja pemimpin yang baik pada guru, maka akan ditambah rezekinya, dan akan dilapangkan pula segala kesulitan yang membelitinya. Amin. Terus terang belum ada pemimpin yang berkarisma seperti pak SBY pada saat ini. Dibandingkan dengan calon-calon presiden yang akan datang, Karisma Pak SBY masih di atas mereka. Pak SBY jelas memiliki kharisma yang berkarakter. Karakter seorang pemimpin masa depan yang mampu memimpin rakyatnya dengan baik. Karisma beliau bukan hanya tebar pesona seperti apa yang pernah disampaikan lawan politiknya. Karisma yang ada dalam diri beliau adalah karisma yang telah menyatu karena memiliki kepribadian yang unggul. Unggul dalam segala bidang. Baik bidang ideologi, politik, ekonomi, budaya, sosial, ataupun pendidikan. 5. Communicate - Berkomunikasi. Seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik. Komunikasinya harus dua arah. Pemimpin yang baik berbicara ‘dengan’ kita bukan berbicara’kepada’ kita. Hal di atas merupakan sesuatu yang berbeda. Kedua istilah tersebut kelihatan sederhana. Namun terasa sekali bedanya. Seorang pemimpin negara yang baik mampu berbicara dengan rakyatnya. Tetapi pada saat yang sama pemimpin juga harus mampu menjadi pendengar yang baik, mau mengerti dan menempatkan harga diri, rasa kepercayaan serta itikad baik terhadap orang lain diatas segalanya. Pemeimpin seperti inilah yang diinginkan oleh rakyat. Pak SBY mampu berkomunikasi dengan rakyatnya dengan baik. Terbukti dari kunjungan beliau ke terminal Pulau Gadung Jakarta Timur beberapa waktu lalu, dan tempat-tempat lainnya di Indonesia. Beliau tidak sombong dan berempati dengan masalah yang dihadapi rakyatnya. Kemampuan berkomunikasi ini telah beliau tunjukkan sepanjang kepemimpinan beliau menjadi presiden. Pak SBY telah menjadi contoh bagaimana berkomunikasi dengan baik kepada rakyatnya. Itu semua diliput oleh para wartawan. Baik cetak maupun elektronik. Baik wartawan dalam negeri maupun luar negeri. Namun, kita juga harus maklum. Pak SBY sebagai kepala negara tidaklah mungkin berkomunikasi langsung dengan rakyatnya setiap hari. Banyaknya tugas kenegaraan, dan persaingan global antar negara harus juga diperhatikan oleh beliau. Kalau kita tidak puas dengan kepemimpinan beliau, ada media yang menyalurkannya. Kita dapat berkomunikasi dengan beliau melalui berbagai cara. Saya kira anda semua sudah tahu bagaimana caranya. 6. Connect - Terhubung. Pemimpin negara yang baik selalu terkoneksi dengan semua orang. Dengan cepat orang lain bisa tahu apa yang sedang dikerjakan olehnya. Caranya bisa bermacam-macam dari berbicara didepan rapat mengenai apa yang dilakukannya, menulis di berbagai media tentang pemikiran-pemikirannya, bahkan sampai menulis di blognya sendiri di internet. Tidak usah dengan artikel yang panjang, dengan dot points saja sudah cukup untuk memberi kabar pada semua orang yang terlibat dengan pekerjaannya sebagai pemimpin. Dia bisa menugaskan beberapa staf ahli untuk membantunya. Atau mengikut sertakan beberapa wartawan untuk meliput aktivitasnya. Seperti apa yang telah dilakukan oleh mas Wisnu di Istana. Saat ini adalah saat berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Seorang presiden harus bisa terhubung dengan rakyatnya dengan berbagai media. Untuk kondisi alam Indonesia, teknologi internet cukup ampuh menyebarkan informasi. Hanya saja, teknologi ini masih mahal bagi rakyat dan masih banyak rakyat yang belum familiar dengan internet. Jaringan internet belum menyebar secara merata. Masih berpusat di kota-kota besar. Kalau pemimpin mau terhubung dengan rakyatnya, wujudkan internet murah bagi rakyat. Itulah salah satu cara di bidang TIK. Cara konvensional yang paling baik ditempuh agar pemimpin terhubung dengan rakyatnya adalah dengan selalu berkunjung keliling Indonesia, seperti apa yang sudah dilakukan oleh Pak SBY. Rakyat semakin dekat dengan pemimpinnya, apabila pemimpin itu terhubung dengan rakyatnya. Mungkin kita perlu belajar dari Obama yang terpilih menjadi presiden AS. Salah satu kunci kemenangan Barack Obama adalah karena dia terhubung dengan rakyatnya melalui berbagai macam media. 7. Commit - komitmen. Pemimpin yang baik menaruh komitmen yang tinggi terhadap kesejahteraan dan perasaan orang-orang disekitarnya. Ada pepatah yang mengatakan bahwa kita tidak bisa menyenangkan semua orang, tapi pemimpin yang baik tahu apa masalah mendasar yang semua orang inginkan dan rasakan. Juga tidak melulu masalah sistem penggajian atau kesejahteraan. Sebab kadang persoalan kesejahteraan rakyatnya, tidak harus dengan penambahan penghasilan. Tapi bagaimana sang pemimpin mampu memberikan komitmen yang jelas, misalnya komitmennya tentang pemulihan ekonomi yang berimbas kepada daya beli rakyatnya. Kalau ekonomi negara baik, maka ekonomi rakyatnya pun cenderung baik. Begitupun sebaliknya. Pak SBY telah memberikan komitmennya dengan jelas pada saat memimpin negara ini. Contoh yang paling nyata adalah masalah kesejahteraan guru. Ketika awal pemeritahannya di tahun 2004, beliau mengatakan kalau guru harus menjadi sebuah profesi. Pernyataan beliau dan diiringi dengan komimen yang tinggi telah menjadi kenyataan sekarang ini, dimana guru telah menjadi sebuah profesi dan pemerintah menyadari betul akan pentingnya guru dalam meningkatkan mutu pendidikan. Terbukti anggaran pendidikan kita sudah dinaikkan menjadi 20% dari APBN. Demikianlah beberapa hal yang harus dimiliki oleh seorang pemimpin di abad ke-21 yang saya hubungkan dengan kepemimpinan Pak SBY. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat untuk semua. Kepada pak SBY sebagai presiden yang telah memimpin bangsa Indonesia, saya harapkan agar terus dapat menjadi pemimpin seperti kriteria hal tersebut di atas. Bapak HARUS BISA melakukannya!. Kepada calon presiden yang akan bersaing dengan pak SBY sebaiknya memiliki 7 sifat yang membuat pemimpin mampu menghadapi tantangan di abad 21. Akhirnya, semua berpulang kepada rakyat. Karena rakyatlah yang akan memilih pemimpinnya. Setiap pemimpin pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Tapi yang paling penting adalah bagaimana kelebihan dan kekurangan seorang pemimpin dapat dipadukan menjadi sebuah kekuatan yang dapat menghantarkan Indonesia kearah yang lebih baik. Mampu bersaing dengan negera-negar lainnya di dunia. Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan di hati.

Mencintai orang lain

Mencintai orang lain

Jauhilah yang haram, niscaya kamu menjadi ahli ibadah. Relalah dengan rezeki Allah kepadamu, niscaya kamu menjadi yang terkaya. Berperilakulah yang baik kepada tetanggamu, niscaya kamu termasuk orang mukmin. Cintailah orang lain pada hal-hal yang kamu cintai untuk dirimu, niscaya kamu tergolong muslim. Nabi Muhammad SAW

Kyai Alhamdulillah (begitulah julukan beliau) di dusun sunyi di kota Rembang, Jawa Tengah, di tengah pesantrennya, begitu dahsyat mencintai orang lain. Beliau menurunkan peraturan: siapa pun yang bertamu di rumahnya, dilarang keras untuk pulang sebelum makan terlebih dulu. Maka, tamu-tamu yang datang itu, biar pun berjumlah lima belas orang, semuanya dijamu dengan hidangan yang setaraf dengan suguhan orang kota. Subhanallah. Begitu tekun ia mempraktekkan sunnah Rasul, bahkan dengan daya tafsir yang begitu indah. Tiga hal yang elok telah beliau tunjukkan: mencintai orang lain, kedermawanan, dan kearifan.

Bertolak belakang dengan gejolak masyarakat yang berangkat ke arah sebaliknya, sang Kyai telah menjungkirbalikkan sisi gelap norma-norma yang telah menghantui kehidupan. Inilah zaman di mana di negeri kita pemujaan kepada materi sudah mencapai taraf yang tak dapat dibayangkan oleh akal sehat. Sudah tidak penting lagi apakah kekayaan yang didapat itu penuh bergelimang dengan keringat, airmata, dan darah orang lain. Sudah tak peduli kerakusan itu dapat menggoyahkan keutuhan berbangsa dan bernegara. Lalu muncul sang Kyai, dan banyak lagi kyai yang lain yang berteberan di dusun-dusun, yang diam, tekun, dan menjalankan syariah agama dengan kesungguhan seorang cendekiawan.

Mencintai orang lain, mendahulukan kepentingan orang lain, tanpa pamrih, tanpa sogokan, merupakan ''binatang langka'' untuk kurun waktu yang sedang kita hidupi sekarang ini. Di pusat-pusat pemerintahan, orang seperti Pak Kyai ini seharusnya memegang tampuk pimpinan, pengambil kebijakan dan keputusan bagi kepentingan orang banyak, tanpa pandang bulu. Memang, hal itu butuh keyakinan, keberanian, dan belas kasih, tanpa mengharap imbalan jasa. - ah

By Republika Newsroom
Rabu, 28 Januari 2009 pukul 10:57:00

Jumat, 30 Januari 2009

Manfaat Buah Segar!

Manfaat Buah Segar!
Oleh soniawibisono - 31 Januari 2009

SETIAP buah memiliki kandungan gizi yang berbeda, jangankan antar jenis dalam satu jenis pun terjadi keragaman kandungan zat gizi. Tetapi pada prinsipnya semakin beragam buah yang kita konsumsi akan semakin baik, sebab semakin lengkap zat gizi dan manfaat yang dapat diperoleh bagi tubuh. Jika menginginkan manfaat tertentu dari buah, utamakan pilihan jatuh pada buah yang sesuai dengan manfaat yang diinginkan. Berikut manfaat khusus dari beberapa buah pilihan :
Anggur : Terutama yang berwarna merah dan cokelat kehitaman mengandung ratusan senyawa flavonoid yang berguna sebagai anti oksidan atau peggempur radikal bebas. Jus anggur dapat menurunkan kolesterol jahat (LDL) dari dalam tubuh, selain itu kandungan mineral boron-nya dapat mempertahankan kadar kenormalan estrogen dalam darah wanita yang mengalami menoupose, sehingga dapat memperlambat terjadinya keropos tulang (osteoporosis). Kadar gula yang tinggi pada anggur dapat menghasilkan energi dengan cepat sehingga anggur dianjurkan bagi yang ingin memulihkan energi tubuh dengan segera, tapi tidak dianjurkan bagi penderita diabetes.

Apel : Kulit apel banyak mengandung pektin (sejenis serat makanan yang mudah larut) yang bila dimakan atau dijus dengan dagingnya akan bermanfaat sebagai pembersih racun dari dalam tubuh. Kandungan vitamin C dan kalium pada apel tinggi tetapi kadar gula buahnya rendah, sehinga cocok bagi yang sedang berdiet, diabetes dan penderita gejala darah tinggi. Khasiat apel lainnya adalah dapat meminimalkan gangguan pencernaan dan mual pada saat hamil.

Mangga : Kaya akan kandungan seratnya, vitamin A dan C serta aneka flavonoid. Karena zat-zat inilah mangga memiliki manfaat sebagai anti sembelit, membersihkan sistem sirkulasi darah dan dalam jangka panjang dapat mencegah aneka kanker dan gangguan pembuluh darah.

Melon : Kaya akan kandungan vitamin A, B kompleks dan C serta mineral kalium dan magnesium. Melon juga dapat membersihkan sistem sirkulasi darah dari aneka racun. Berfungsi juga sebagai peluruh perut dan pembersih kulit.

Belimbing : Banyak mengandung serat makanan, vitamin A, C serta kalium. Zat gizi ini bermanfaat dalam menjaga kenormalan fungsi organ-organ pencernaan sistem pembuluh darah dan jantung, menurunkan tekanan darah dan kolesterol.

Pepaya : Mengandung vitami A, B kompleks, C , karotenoid dan kalium tetapi dalam jumlah yang sedang dan tidak sebanyak melon.Pepaya mengandung papain yaitu sejenis enzim yang dapat membantu dalam pencernaan protein.

Jus pepaya sangat manjur untuk menurunkan kadar keasaman lambung.

Pisang : Buah ini juga sumber penting bagi kebutuhan vitamin C, kalium serta gula buah. Kalium pada pisang berfungsi menjaga keseimbangan air tubuh, kenormalan tekanan darah, kenormalan fungsi jantung dan kerja otot.

Semangka : Banyak mengandung mengandung vitamin A, C, karotenoid, kalium dan serat makanan. Zat gizi ini berfungsi sebagai penggempur radikal bebas, menjaga kenormalan sistem pembuluh darah dan jantung serta dapat menurunkan kolesterol jahat dan tekanan darah.

Jeruk : Juring jeruk banyak mengadung pektin, karena itu sungguh rugi jika bila mengkonsumsi jeruk hanya menyerap sarinya dan membuang kulit juringnya. Jeruk mengandung vitamin A, C dan asam sitrat.

Kandungan kalsium dan fosfor nya sangat membantu dalam pembentukan tulang dan gigi pada anak-anak. Kadar gula dan jeruk yang tinggi dapat menghasilkandan memulihkan energi dengan cepat. Untuk itu tidak dianjurkan bagi penderita dibetes. Begitu juga bagi penderita mag, agar mengurangi konsumsi jeruk atau buah lainnya yang memiliki rasa asam.

Tomat : Kaya akan kandungan lycopen, yaitu suatu anti oksidan yang mampu mencegah dan mengurangi resiko aneka jenis kanker. Terutama kanker leher rahim, ginjal dan pankreas. Kandungan vitamin A dan C nya berperan dalam meningkatkan imunitas tubuh. 100 gr tomat berukuran sedang mampu menyediakan separuh dari kebutuhan vitamin C tubuh.

Kamis, 29 Januari 2009

Tidak Gampang Jadi Penulis

SAYA selalu bertanya pada diri saya, apakah saya mempunyai bakat menulis? Kata orang menulis itu harus punya bakat. Bakat yang sudah dilahirkan seiring dengan semakin bertambah umur hidup kita di dunia. Tetapi ada juga yang mengatakan kalau menulis itu tak perlu bakat. Anda cuma memerlukan kemauan untuk menulis, dan kemauan untuk berlatih menulis. Menulis apa yang penting untuk ditulis.

Saya jadi bingung, Apa mungkin menjadi penulis itu memerlukan bakat? Sebab yang saya tahu menulis itu bukan bakat tapi kebiasaan yang terlatih. Kebiasaan yang harus diasah terus menerus. Bahkan bisa dilatih setiap hari. Seperti kita berlatih mengendarai mobil.

Menulis adalah sebuah kreativitas. Dia bukan hanya sekedar keterampilan. Kreativitas menulis akan tumbuh kalau otak anda dirangsang untuk menciptakan sesuatu. Menciptakan sesuatu yang berbeda dan belum pernah dituliskan oleh orang lain. Itulah yang membawa saya dan teman-teman guru lainnya menjadi Finalis Lomba keberhasilan Guru Dalam Pembelajaran 2008. Lomba menulis yang sangat dirindukan oleh guru-guru di Indonesia setiap tahunnya.

Tidak gampang jadi penulis. Apalagi menjadi penulis yang sudah dikenal oleh banyak orang karena karyanya enak dibaca dan memberikan pencerahan. Apalagi bila karyanya ternyata lebih memberikan banyak manfaat untuk hajat hidup orang banyak. Pernah baca buku karya Buya Hamka almarhum? Judulnya ” Dibawah Lindungan Ka’bah”. Sangat menyentuh dan mempesona bila anda membacanya dengan hati.

Terlatih untuk jadi penulis memang butuh perjuangan. Bukan hanya perjuangan untuk melawan diri sendiri tapi juga perjuangan untuk dapat diterima oleh masyarakat pembaca. Masyarakat pembaca yang di Indonesia belum begitu banyak jumlahnya, karena budaya baca belum menjadi budaya bangsa.

Namun perjuangan yang lebih penting adalah Perjuangan untuk dapat dipahami oleh orang lain. Sebab kita ini tidaklah hidup seorang diri. Kita hidup untuk orang lain. Kita hidup untuk bermanfaat buat orang lain. Kita hidup untuk menyemangati orang lain melalui tulisan-tulisan kita. Karena itu kita sendiri harus dapat memotivasi diri. Punya komitmen dan tekad yang kuat untuk menulis.

Dengan menulis kita dapat menyampaikan apa yang ada dalam otak kita menjadi kata-kata yang bermakna. Dengan menulis kita berusaha memberikan informasi kepada orang lain. Informasi yang mungkin saja sangat dibutuhkan. Bahkan mungkin informasi yang sedang ditunggu-tunggu dan dirindukan.

Wahai para pembaca setia blog saya sudahkah anda menulis hari ini???

Wijaya Kusumah, Tidak Gampang Jadi Penulis

Rabu, 28 Januari 2009

Jadikan 2S Sebagai Penolongmu!

Bila dirimu merasa sedih sholatlah. Bila dirimu diamuk amarah sholatlah, dan bila dirimu ditimpa musibah, sholatlah. Tak ada aktivitas lain selain sholat ketika hati gundah gulana. Tak ada obat mujarab selain sholat. Bermohonlah dan curahkan segenap perasaan yang ada. Itulah salah satu syarat doa terkabulkan. Ikhlas karena Allah!

Sholat adalah ibadah yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam. Sholat adalah ibadah paripurna yang memadukan olah pikir, gerak, dan rasa. Ketiganya terpadu secara serasi dan selaras dan saling melengkapi. Dalam sholat terintegrasi proses latihan meletakkan kendali diri secara proporsional, mulai dari gerakan, inderawi, aqal, dan pengelolaan nafsu yang pada akhirnya akan menghasilkan jiwa yang bersifat muthma’innah. Orang yang memiliki jiwa muthma’innah inilah yang pada akhirnya akan mampu mengaplikasikan nilai-nilai sholat dalam keseharian yaitu nilai-nilai yang didominasi kesabaran paripurna.

Prakteknya tercermin dalam sikap penuh syukur, pemaaf, lemah lembut, penyayang, tawakal, qana’ah, menjaga kesucian diri, istiqomah dan sebagainya. Dengan kata lain, orang yang sholatnya baik dalam hidupnya akan dipenuhi sifat sabar yang tercermin dalam tingginya akhlak dalam kehidupan sehari-hari.

Kata sabar lebih dari seratus kali disebut didalam Al Qur’an. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya makna sabar. Karena sabar merupakan poros, sekaligus inti dan asas segala macam kemuliaan akhlak. Jika kita telusuri lebih lanjut ternyata hakekat seluruh akhlak mulia adalah sabar. Sabar selalu menjadi asas atau landasaannya orang beriman.

Dengan kata lain secara psikologis kita bisa memaknai kesabaran sebagai suatu kemampuan untuk menerima, mengolah, dan menyikapi kenyataan. Jadi bisa dikatakan sabar adalah upaya menahan diri dalam melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu untuk mencapai ridho Allah SWT. Maka orang yang sabar adalah orang yang mampu menempatkan diri dan bersikap optimal dalam setiap keadaan. Sabar bukanlah sebuah bentuk keputus-asaan tapi merupakan optimisme yang terukur. Ketika menghadapi situasi dimana kita harus marah misalnya maka marahlah secara bijak dan diniatkan untuk kebaikan bersama.

Didalam QS Al Baqarah [2] ayat 153 Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman jadikanlah SABAR dan SHOLAT (2S) sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.

Sabtu, 24 Januari 2009

Al-Qur'an

Alquran adalah cahaya yang menerangi jalan hidup manusia. Dengan Alquran seorang muslim akan mampu membedakan jalan baik sehingga mengantarkan kepada kebenaran dengan jalan sesat yang menjerumuskan seseorang ke lembah kehinaan di dunia dan akhirat.

Alquran juga menjadi petunjuk bagi amal perbuatan manusia. Alquran memberi jalan bagi mereka yang mau memikirkan dan menghayati isinya untuk mendapatkan kebenaran dan kebaikan sehingga dapat disampaikan kepada orang banyak kebenaran itu.

Dengan Alquran, kita bisa mengerti dan memahami hakekat kebatilan serta kejahatan. Pemahaman itu mengantar kepada kita untuk mau dan mampu membersihkan jalan yang akan kita lalui agar terhindar dari kejahatan dan kebatilan tadi. Dengan demikian, Alquran menjadi pengontrol pribadi agar selalu mawas diri ketika menjalani hidup dan kehidupan ini.

Karena jalan yang akan kita tempuh bermula dari hati atau jiwa sebagai pengendali amal, maka kewajiban kita untuk selalu membersihkannya. Shekh Mohammad Rasyid Ridha, seorang ulama besar Mesir pernah berkata, ''Di dalam membersihkan jiwa dan memperdalam pemikiran, orang tidak harus melewati falsafah Aristoteles atau Ibnu Sina, tapi yang terpenting ia harus melewati dua hal, menjauhkan hawa nafsu dan menghiasi diri dengan takwa.''

Dua hal tersebut -- menjauhkan nafsu dan menghiasi diri dengan takwa -- banyak disinggung Alquran. Allah berfirman: Adakah kamu mengetahui orang yang menjadikan hawa nafsu sebagai tuhannya? Dan Allah kemudian menyesatkan mereka berdasarkan ilmu-Nya. Allah mengunci pendengaran, hati dan menutup penglihatannya. Maka siapakah yang mampu memberi petunjuk kepadanya selain Allah. Adakah kalian tidak mengambil pelajaran? (Surah al-Jatsiah: 22).

Ayat tersebut memberi isyarat kepada kita betapa berbahayanya orang yang tidak dapat mengendalikan nafsunya. Bila ketidakmampuan pengendalian nafsu itu sampai pada kemurkaan Allah sehingga menutup hati seseorang dari masuknya cahaya atau hidayah, maka ia akan menjadi orang yang celaka di dunia dan akhirat.

Sementara, takwa merupakan peningkatan kualitas iman. Tidak akan ada takwa tanpa landasan iman yang benar, bersih dari kemusyrikan, khurafat dan tahayul. Menurut tafsir para ulama, takwa berarti menjaga semua perbuatan yang merugikan orang lain, termasuk diri sendiri serta tidak melakukan tindakan yang merintangi tercapainya tujuan mulia maupun niat yang baik. Takwa juga berarti meninggalkan segala perbuatan dosa dan maksiat serta senantiasa taat pada semua perintah Allah.

Bila hal itu terpenuhi, maka kebaikan akan kembali kepada manusia. Allah berfirman: Dan siapa yang takwa kepada Allah, Dia akan membuatnya lepas dari kesulitan dan akan memberi rezeki yang tiada terkira (Surah at-Thalaq: 2-3). Ada baiknya ketika kita ingin memperoleh hidayah Alquran, dua hal tersebut menjadi perhatian utama kita. - ah

Rabu, 21 Januari 2009

Menciptakan Informasi Melalui Blog

Kamis, 22 Januari 2009 saya kedatangan seorang tamu yang merupakan salah satu guru TIK dari SMP Perguruan Cikini Jakarta Pusat. Beliau ingin melakukan observasi untuk tesisnya. Kebetulan masalah yang dipilih adalah bagaimana blog dimanfaatkan sebagai pusat sumber belajar bagi siswa. Saya sendiri menyambutnya dengan penuh sukacita. Bagi saya blog adalah media paling canggih dalam meningkatkan kreativitas menulis. Apalagi bila dijadikan sebagai pusat sumber belajar (PSB)

Dalam diskusi bersama beliau, kami bersepakat untuk menjadikan blog sebagai ajang untuk menciptakan informasi. Selama ini, dalam pembelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) di SMP, siswa hanya dituntut untuk mencari informasi di internet. Siswa-siswi tidak didorong untuk menciptakan informasi. Karena itu, jadilah anak didik kita sebagai konsumen, bukan produsen pengetahuan atau informasi.

Cobalah lihat tugas-tugas yang diberikan guru di sekolah kepada peserta didik. Anak disuruh mencari informasi sebanyak-banyaknya. Lalu biasanya merangkumnya dalam bentuk kliping. Akibatnya, anak-anak tidak terbiasa untuk menulis yang berujung kepada minimnya kreativitas menulis.

Meningkatkan kreativitas dan minat menulis bukan perkara gampang. Guru harus memotivasi siswa terus menerus. Saya sendiri pernah melakukan penelitian di kelas akselerasi. Masalah yang saya teliti adalah bagaimana meningkatkan minat dan kreativitas menulis siswa melalui pengelolaan blog di internet. Butuh waktu 9 bulan menyelesaikan penelitian ini.

Dalam penelitian itu, saya mengarahkan siswa untuk selalu meng-update blog yang telah dibuatnya. Mereka saya arahkan untuk menciptakan informasi dalam blog. Mareka saya minta untuk menuliskan apa saja yang mereka sukai. Mulai dari dirinya, keadaan sekolahnya, dan lain-lain. Pokoknya kegiatan menulis wajib dilakukan di blog. Saya pun bertindak sebagai pembaca setia mereka dan selalu memberikan komentar. Saya pun tak lupa memberikan contoh bagaimana menulis yang baik melalui blog saya sendiri.

Awalnya tulisan mereka biasa-biasa saja. Namun, dengan berprosesnya waktu dan tindakan motivasi yang terus menerus saya lakukan, akhirnya tulisan-tulisan mereka menjadi sangat menarik. Saya senang sekali membaca tulisan mereka. Sangat inspiratif dan membawa saya dalam dunia mereka. Dunia remaja yang akan beranjak dewasa. Dari merekalah saya mengetahui situs-situs yang disukai oleh anak-anak remaja.

Blog anak-anak aksel itu saya link dalam blog http://wijayalabs.blogspot.com dan sampai saat ini tulisan mereka terus berkembang pesat dan mengundang para blogger lain untuk mengunjunginya.

Blog telah menggiring mereka untuk menciptakan informasi. Informasi yang dibutuhkan oleh blogger lainnya dalam mencari informasi. Kini mereka tidak lagi sebagai konsumen, tetapi sudah menjadi produsen informasi. Mereka pun menjadi sangat ahli dalam membuat rumah virtualnya menarik dengan design template yang beraneka ragam. Anda pasti tidakpercaya kalau blog itu dikelola oleh anak seusia SMP.

Karena hal tersebut di atas, keajaiban blog yang dimilikinya terbukti. Saya berhasil menjadi finalis dalam lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran (LKGDP) 2008 yang diselenggrakan rutin tiap tahun oleh direktorat profesi guru depdiknas RI. Blog bukan hanya sebagai alat menciptakan informasi, tetapi juga Blog telah menghantarkan saya menjadi finalis LKGDP 2008 walaupun belum menjadi juara pertamanya.

Saya telah membuktikan kedahsyatan blog. Adanya blog membuat saya menjadi rajin menulis setiap harinya. Berbagi cerita dengan teman-teman di blog kompasiana ini. Saya pun banyak mendapatkan pengetahuan tambahan dari teman-teman lainnya dari informasi yang ada dalam blog kompasiana.com. Bila hal itu kita ajarkan pada anak didik kita, maka mereka pun akan merasakan enaknya menciptakan informasi melalui blog. Blog mereka pun tidak lagi sepi tulisan dan sepi pengunjung.

Semoga kita semua dapat mengarahkan anak-anak kita untuk lebih banyak menciptakan informasi melalui blog dan bukan hanya sekedar mencari informasi di internet. Dengan demikian anak-anak kita telah dilatih untuk menjadi produsen informasi yang berujung kepada bertambahnya khasanah ilmu pengetahuan di dunia maya. Blog yang mereka buat kini tak menjadi sampah informasi, tapi telah berubah menjadi blog yang memiliki nilai informasi yang tinggi. Kalau anda tidak percaya, lihatlah blog mereka!.

Wijaya Kusumah, Guru TIK SMP Labschool Jakarta

Daftar Blog Saya

Apakah anda sudah Mengajar dengan Hati?

Mengajar Dengan Hati Nurani

Selamat datang di blog Guru yang Mengajar dengan Hatinya. Saran dan komentar sangat kami harapkan demi perbaikan blog ini menjadi lebih baik lagi